Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARUntuk pertama kalinya setelah penerapan New Normal, Paguyuban penggemar ayam ketawa atau Papak Bali menggelar acara temu kangen di Jalan Gunung Muliawan No. 16 Monang Maning Denpasar, Minggu (12/7/2020). Acara temu kangen perdana ini dihadiri belasan penggemar ayam ketawa se-Bali.

“Setelah sebelumnya  dalam waktu yang cukup lama tidak pernah berkumpul karena Covid-19, hari ini kita bersyukur bisa bertemu sesama teman peguyuban sambil membawa ayam kesayangan, Selain melatih mental ayam kesayangan, moment ini menjadi hal luar biasa karena bisa bersama-sama bertemu dan ngobrol dalam menyalurkan hobi ayam ketawa. Sebelumnya acara seperti ini rutin di gelar setiap minggu dan berpindah pindah tempat,“ ungkap Ketua Papak Bali Komang Edy Sugianto didampingi pengurus Papak Bali.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Denpasar Tebar 20.000 Benih Ikan Nila

Lebih lanjut Edy Sugianto menyampaikan ayam ketawa merupakan ayam asli Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Dulu ayam ketawa ini merupakan ayam kebanggaan bagi bangsawan atau Raja-raja Bugis. Ayam ketawa ini pun memiliki beberapa jenis suara yang khas.

“Jadi ayam ketawa bukan merupakan ayam import, melainkan asli dari Indonesia tepatnya di Sidrap Sulawesi Selatan, Ayam ketawa dengan suaranya yang khas ini rupanya memiliki beberapa seni jenis atau kategori suara mulai dari tipe slow, disco, dangdut, kerajinan bunyi, dan durasi,“ kata Edy Sugianto.

Baca Juga :  Bupati Eka, Wanita Pertama yang Jadi Mangku Sangging

Papak Bali berdiri tahun 2011 dan saat ini memiliki kurang lebih 100 anggota. Papak Bali dirintis salah satunya oleh Bapak Komang Adi. Saat itu ayam-ayam ketawa yang dimiliki paguyuban masih beli dari luar bali tetapi sekarang sudah bisa dibudidayakan di Bali dan bahkan ayam hasil budidaya pernah meraih juara umun di tingkat nasional.

“Berkat keinginan keras dari anggota paguyuban agar memiliki ayam ketawa lahir dari bali, kita telah berhasil membudidayakan sendiri melalui Papak Bali,“ ungkap Edy Sugianto bangga.

Baca Juga :  Kodim Klungkung Bersama Warga Banjarangkan Gelar Karya Bakti 

Edy Sugianto menambahkan keunikan seni suara dimiliki menjadikan ayam ketawa ini berbeda dari ayam-ayam lainnya. Untuk perawatan, ayam ketawa ini tidak memerlukan perawatan khusus hampir sama dengan ayam kampung lainnya. Sebagai ayam mistis, untuk mendapatkan ayam ketawa memiliki suara bagus, belum tentu berasal dari pejantan dan betina memiliki kualitas bagus, tetapi lebih kepada keberuntungan. Kehadiran ayam ketawa disambut antusias masyarakat bali. Banyak masyarakat telah memelihara ayam ketawa karena keunikan suara.

“Mari kumpul bersama-sama menyalurkan hobi sekaligus melestarikan aset bangsa Indonesia dalam komunitas Papak Bali,“ harap Edy Sugianto.(ads/bpn)