Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Hampir 100 persen masyarakat Klungkung tidak taat dalam memilah sampah dari rumah masing-masing atau sumber sampah. Hal ini menjadi temuan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengecek ketaatan warga dalam memilah dan membuang sampah sesuai aturan, Sabtu (6/6/2020).

Baca Juga :  Kegiatan AKSIKU Diharapkan Menjadi Spirit Kebangkitan Seniman Klungkung

Dalam pemantauannya di seputar Kelurahan Semarapura Klod hingga Desa Kamasan, sampah yang dikeluarkan oleh masyarakat hampir tidak ada yang dipilah. Selain itu, Bupati Suwirta yang didampingi Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Anak Agung Kirana serta jajarannya juga mendapati sampah rumah tangga dikeluarkan tidak mentaati jam penjemputan sampah.

Sampah-sampah ini justru dikumpulkan di atas trotoar dan ujung gang. Walhasil, sampah menghiasi jalan dan ujung gang dalam jangka waktu lama dan terlihat seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

“Tumpukan sampah seperti ini akan menimbulkan kesan jorok dan akan dikira sebagai TPS sementara. Orang-orang dari luar wilayah juga akan ikut menumpang atau menitipkan sampahnya di tempat ini karena dikira TPS sementara,” kata Bupati Suwirta.

Untuk itu Bupati menegaskan agar kebiasaan tersebut harus dihentikan. Warga dan prajuru desa setempat harus ikut mengawasi wilayah masing-masing agar warga tertib membuang sampah tepat waktu sehingga tidak terjadi penumpukan sampah terlalu lama dan terkesan menjadi TPS sementara atau penitipan sampah.

“Kepada semua perangkat desa saya minta agar melakukan sosialisasi pengolahan sampah dengan benar,” imbuhnya.

Menurut Bupati Suwirta, peran perangkat desa sangat penting untuk mengingatkan warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan desa. Jika hingga 12 Juni 2020 sampah tidak dipilah maka tidak akan diizinkan membuang sampah ke TPA Sente. Pasalnya, TPA Sente hanya bersifat sementara yang saat ini sedang dilakukan pemeliharaan dan penataan hingga mulai beroperasinya 100 persen TOSS Desa dan TOSS Center di Dusun Karangdadi, Kusamba.

Bupati Suwirta juga mengingatkan, selama 6-11 Juni 2020 akan digunakan sebagai masa sosialisasi Perda Sampah. Lalu, mulai 12 Juni 2020 pemberlakuan Perda akan dipertegas lagi.

Baca Juga :  Putri Koster Berbagi Jurus Jitu Penanganan Sampah Agar Tak Jadi Bom Waktu

“Jika ada warga yang masih melanggar, maka akan dikenakan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, agar terus melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun lewat pengumuman di media cetak, elektronik, radio hingga sosial media,” tegas Bupati Suwirta.

Selain mengamati warga yang membuang sampah, Bupati Suwirta juga menyempatkan diri memantau situasi terminal dan areal Pasar Galiran yang sudah tampak tertata rapi. (dar/bpn)