BALIPORTALNEWS.COMSemenjak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Kegiatan yang memicu kerumunan banyak orang mulai dibatasi. Hal tersebut bertujuan untuk memutus jaringan Covid-19. Sekolah tak luput menjadi perhatian pemerintah pada masa pandemi Covid-19, terhitung mulai bulan Maret sekolah-sekolah mulai dirubah sistem kegiatan belajar mengajarnya.

Pembelajaran yang diterapkan pada masa pandemi berbasis daring (dalam jaringan) yang memanfaatkan beberapa aplikasi yang mendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar. Berubahnya sistem belajar tersebut menuntut guru, siswa bahkan orang tua siswa untuk dapat menggunakan aplikasi pendukung tersebut. Setelah beberapa bulan berjalan, kegiatan belajar mengajar dalam jaringan sudah berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanannya.

Pada akhir bulan Mei mulai terdengar isu bahwa Indonesia akan menuju Era New Normal. Istilah New Normal muncul di Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 agar tetap produktif. Hal tersebut berarti segala kegiatan atau aktifitas masyarakat perlahan akan dibuka kembali dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan untuk mengurangi resiko tertular Covid-19.

Baca Juga :  Tes Swab Itu Penting, Putu Riasa: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Saat ini beberapa daerah di Indonesia telah menjalankan Era New Normal. Hal ini berarti kegiatan masyarakat perlahan bertransformasi pada kehidupan yang baru. Dalam dunia pendidikan belum ada keterangan resmi untuk sekolah dibuka kembali. Meskipun demikian, para guru hendaknya mulai merancang pembelajaran yang efektif untuk menyongsong Era New Normal yang akan datang. Pembelajaran tatap muka yang dulunya bersifat kooperatif/ berkelompok, mungkin pada Era New Normal tidak efektif diterapkan kembali mengingat social distancing yang harus selalu diperhatikan.

Pembelajaran yang mungkin dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Di mana siswa yang selalu aktif untuk mengeksplorasi berbagai informasi untuk ditransformasikan menjadi suatu pengetahuan. Peran guru sebagai fasilitator harus optimal untuk memberikan stimulus atau penguatan agar pembelajaran berjalan dengan baik.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran “MASTER” yang terdiri dari enam tahapan yaitu:  (1) Motivating your mind (Memotivasi  keinginan siswa untuk memperoleh informasi); (2) Acquiring the information (Memperoleh informasi dengan menggunakan pengetahuan awal yang telah dimiliki); (3) Searching out the meaning (menyelidiki makna dari informasi yang diperoleh); (4) Triggering the memory (Memicu memori siswa agar pengetahuan yang diperoleh tersimpan dengan baik dalam ingatannya); (5) Exhibiting what you know (Mendemonstrasikan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran); dan (6) Reflecting how you have learned (Merefleksikan pengetahuan yang diperoleh dalam proses belajar).

Baca Juga :  Bangkitkan Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19, Pemkab Buleleng Prioritaskan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Model pembelajaran MASTER lebih ke arah pembelajaran mandiri, karena siswa yang mengeksplorasi dan mengelaborasi suatu informasi menjadi suatu pengetahuan. Model pembelajaran MASTER dapat menjadi salah satu alternatif yang diterapkan pada Era New Normal yang akan datang karena dapat meminimalkan kegiatan belajar kelompok dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya.

Asesmen yang dapat digunakan dalam model pembelajaran MASTER adalah kuis interaktif. Kuis interaktif adalah kumpulan soal-soal dalam bentuk pilihan ganda ataupun essay dengan menggunakan bantuan beberapa aplikasi. Kuis interaktif ini sangat fleksibel dalam penerapannya, karena dapat dilaksanakan dalam jaringan atau secara online untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep yang telah dipelajari. Asesmen ini nantinya efektif diterapkan pada Era New Normal karena isu saat ini durasi kegiatan pembelajaran di sekolah akan diperpendek, sehingga siswa dapat mengerjakan kuis interaktif dari rumah masing-masing.

Dengan kemampuan guru untuk beradaptasi dan berinovasi dalam merancang pembelajaran yang efektif, besar harapan pandemi Covid-19 tidak menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meaningfull Learning harus tetap menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran pada Era New Normal.

Penulis:
I Made Andika Dwipayana, S.Pd.,M.Pd, Guru SD Negeri 1 Megati, Tim Pengelola Lembaga Bimbel MLC.