Duty Manager Tiara Dewata, Parlin berada di area supermarket. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pihak manajemen pasar swalayan Tiara Dewata membenarkan, bahwa salah satu karyawannya diduga terpapar Covid-19. Karyawan tersebut dijemput oleh Tim Gugus Tugas Kota Denpasar di tempat tinggalnya, Jl. Letda Made Putra, Denpasar Timur pada Minggu (28/6/2020) siang.

Baca Juga :  Berikut Pemenang Denpasar Inovation Day Tahun 2020

Duty Manager Tiara Dewata, Parlin mengungkapkan karyawan yang berinisal EH (26) tersebut bertugas sebagai kasir supermarket. “Kami kaget mendengar berita yang sudah viral di media sosial, bahwa salah satu karyawan kami ada dijemput Tim Gugus Tugas,” ujar Parlin saat dikonfirmasi pada Senin (29/6/2020).

Dijelaskan, pihak perusahaan sangat proaktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Maka diadakan Rapid Test secara bertahap terhadap para karyawan yang secara langsung berhubungan dengan customer, yakni pada 23-24 Juni 2020. Hasilnya, salah seorang dinyatakan reaktif yang tak lain adalah EH. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan Swab Test terhafap EH pada 26 Juni 2020 dan hasilnya belum diketahui.

“Setahu kami bahwa hasil Swab itu keluar hari ini (Senin), tapi kami bingung kenapa EH sudah dijemput kemarin,” imbuhnya.

Pihaknya lalu menelepon EH untuk mendapatkan kebenarannya. Karyawan yang seorang wanita asal Madura itu, akhirnya dibawa ke salah satu hotel di wilayah Kuta untuk menjalani karantina mandiri selama seminggu. “Kami sempat menelepon dia, dan dikatakannya bahwa hasil Swab itu masih samar. Tapi dia sudah dijemput untuk menjalani karantina, dan setelah seminggu akan dilakukan Swab lagi,” paparnya.

Pihak manajemen Tiara Dewata tidak tinggal diam, namun justru memberikan support kepada EH, bahkan mengirimkan vitamin dan makanan ke hotel tersebut.

Parlin menegaskan pasar swalayan Tiara Dewata selama ini menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat baik pada karyawan maupun customer, yakni pengukuran suhu tubuh, penyediaan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, serta penggunaan masker dan face shield. Dengan adanya kasus ini pihaknya akan lebih waspada dan meningkatkan protokol kesehatan.

Pihak manajemen Tiara Dewata mengaku belum ada rencana menutup operasional toko. Namun demikian, Parlin mengaku ada penurunan jumlah kunjungan customer sebagai imbas dari kejadian ini. “Kemarin masih normal, tapi hari ini kami akui agak sepi. Sekitar 20 persen ada penurunan kunjungan customer,” pungkasnya. (dar/bpn)