I Wayan Murdana. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri tahun pelajaran 2020/2021 di Kota Denpasar sudah dimulai sejak Kamis (18/6/2020), yang diawali proses pendaftaran secara online (daring) untuk jalur zonasi dan afirmasi (siswa kurang mampu) hingga Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga :  Puluhan Wartawan Jalani Rapid Test, Hasilnya Non-reaktif

Berdasarkan pantauan baliportalnews.com di SMPN 3 Denpasar, pelaksanaan PPDB daring di hari pertama dan kedua berjalan lancar. “Kami yakin masyarakat sudah sangat paham dengan prosesnya dan di juknis juga sudah detail. Jika ada hal yang perlu ditanyakan, kami siap memberikan bimbingan dan pendampingan ke nomor kontak yang sudah diberikan. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi,” ujar Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd, M.Psi, Jumat (19/6/2020).

Di hari pertama pihaknya mengaku sudah menerima sekitar 300 pendaftar. Namun, dari jumlah tersebut akan ada yang diterima dan ada pula yang ditolak jika tidak memenuhi persyaratan.

Berdasarkan jalur zonasi, SMPN 3 Denpasar pada tahun pelajaran baru ini hanya bisa menerima calon siswa dari wilayah Desa Dangin Puri Kangin, Desa Sumerta Kelod, Desa Sumerta Kauh dan Desa Sumerta Kaja dengan kuota sebesar 58 persen. “Sama seperti tahun lalu, kali ini kami akan menerima sebanyak 8 kelas dengan jumlah 36 siswa per kelas,” jelas Murdana yang sekaligus Ketua MKKS kota Denpasar.

Dengan adanya jalur zonasi ini maka akan ada pemerataan. Apalagi, semua kecamatan di Kota Denpasar saat ini sudah terdapat SMP negeri. Dikatakan, konsep pendidikan ke depan dominan akan menanamkan karakteristik anak. Selain pintar secara intelektualitas, karakteristik anak juga perlu dikembangkan dengan baik.

Murdana menyampaikan beberapa pesan terkait proses pembelajaran di masa pandemi saat ini. Pihaknya mengimbau semua pihak baik itu orang tua siswa, guru maupun dirinya sendiri selaku Kepala Sekolah agar bisa mengubah mindset tentang proses pembelajaran dan kegiatan sekolah karena tidak mungkin kembali ke belakang. Masyarakat harus maklum dan bersabar hingga nantinya ditemukan pola yang tepat untuk proses belajar.

“Marilah kita saling belajar. Kami pihak sekolah selalu mencari pola yang terbaik untuk proses pembelajaran ini manakala kondisi belum normal. Yang terpenting nanti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru ini saya pastikan berjalan sesuai dengan konsep (pola) yang akan kita laksanakan dan sesuai dengan anjuran pemerintah yang akan ditetapkan kemudian. Pasti juga akan dibuatkan skema bila nanti tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh. Media juga kami harapkan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana pun juga secara psikologis anak sudah jenuh berada di rumah,” paparnya. (dar/bpn)