Anthi Wijaya.

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 memberikan dampak baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat. Bahkan, banyak pekerja yang dirumahkan ataupun di-PHK oleh perusahaan.

Baca Juga :  Bupati Artha Kembali Serahkan Bantuan Sosial DID di Kecamatan Negara

Meski berada di posisi sulit, tidak sedikit pula yang mulai banting setir dengan melirik peluang usaha baru yang sudah tentu didukung keberanian dan ketekunan agar bisa berkembang.

Seperti yang dijalani oleh Anthi Wijaya, salah seorang karyawan swasta yang akhirnya memutuskan untuk merintis usaha kuliner rumahan bersama suaminya, Putu Joka Andika. Usaha ini dimulai sejak akhir April 2020 dengan nama “Cemal Cemil”.

Anthi Wijaya menuturkan, berawal dari kesukaannya terhadap cokelat akhirnya belajar secara otodidak melalui tayangan Youtube. Ia pun mencari resep-resep cemilan coklat yang simpel dan lezat.

“Isenglah kita buka Youtube untuk mencari cemilan yang enak dan gampang dibuat. Terus ketemulah resep Truffles dan Chewy Choco yang bahannya simpel dan tidak membutuhkan peralatan yang banyak,” tutur Anthi saat ditemui di rumahnya, Minggu (24/5/2020).

Dikatakannya, untuk Truffles Coklat, hanya menggunakan bahan whipped cream dan coklat batangan. Pembuatannya juga sangat gampang, yakni whipped cream dihangatkan dan dicampurkan bersama dengan potongan coklat batangan. Dark Choco Truffle memiliki tekstur yang lembut dan kaya akan rasa coklat. Bagi para penggemar dark coklat, camilan ini sangatlah pas.

Selain varian dark coklat, Cemal Cemil juga mempunyai varian coklat manis dinamakan “Milk Choco Chewy”. Camilan ini memiliki rasa serta tekstur yang unik karena rasanya yang manis dan melted di lidah sedangkan di dalamnya bertekstur chewy manis dengan 4 topping, yakni potongan kacang, oreo, meses, serta sprinkled.

“Awalnya saya gak ada niatan untuk jualan. Hanya iseng bawa 4 tester ke kantor dan ternyata itu hari terakhir saya kerja. Karena saya juga belum tahu bahwa hari itu akan dirumahkan. Ternyata cokelat saya dikatakan enak oleh teman-teman kantor. Dari sanalah terfikir untuk memulai berjualan,” kata perempuan yang juga salah satu inisiator dari Komunitas Malu Dong dan Komunitas Bisa Terbiasa ini.

Harga camilan ini dibandrol sangat terjangkau, yakni Rp 10 ribu per box dan dalam satu box berisi 4 buah Bola-bola Coklat.

Tak hanya itu, Cemal Cemil juga mempunyai dua varian menu lainnya yaitu Martabak Mini Ayam dan Vanila Fla Gabin, yang dihargai Rp 10 ribu per paket.

Selain rasa yang lezat, packaging juga menjadi perhatian, yakni dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. “Untuk packaging kami gunakan box kertas yang kami desain sendiri untuk menu coklat dan box kertas yang ada dipasaran untuk Martabak Mini Ayam dan Vanila Fla Gabin,” imbuh Anthi.

Baca Juga :  Rai Mantra Minta Koperasi Wujudkan Pelayanan Transparan

Untuk pemasarannya sampai saat ini masih memberikan jasa free delivery untuk area Denpasar dan menerima pemesanan melalui media sosial baik Facebook maupun Instagram dengan nama akun Anthi Wijaya dan Jajanan_cemalcemil.

“Saya pasarkan via media sosial saja, paling banyak pernah dapat pesanan sampai 40 box dalam satu hari. Saya tidak pasang target, berapapun itu ya disyukuri. Intinya jangan menyerah dengan keadaan,” tutupnya. (dar/bpn)