Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANABantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Jembrana sudah dicairkan.

Baca Juga :  Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Target Rampung Sesuai Jadwal

Masing-masing KPM akan menerima Rp 200 ribu setiap bulannya selama 9 bulan ke depan. Bantuan yang diterima dalam bentuk sembako dan bahan-bahan makanan meliputi daging, telur, tempe tahu serta sayuran.

Pencairan dilakukan di kios-kios yang sudah ditunjuk oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)   di masing-masing desa/kelurahan. Selain BPNT, kabar baiknya di Jembrana, akan disusul pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa bagi warga kurang mampu.

“Sudah cair, perluasan BPNT sebagai bantuan jaring pengaman sosial untuk bulan April. Untuk bantuan bulan Mei, akan dicairkan minggu depannya karena yang diberikan jenis bahan makanan agar tidak menumpuk. Bantuan ini dikucurkan selama 9 bulan (April-Desember) guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari imbas dari pandemi corona. Kloter pertama, penerima dari kecamatan Negara dan Jembrana. Berikutnya menyusul 2 hari lagi, dicairkan untuk kecamatan Melaya, Pekutatan dan Mendoyo,” kata Kembang Hartawan, ditemui Jumat (8/5/2020).

Baca Juga :  Puncak Karya 22 Juni 2024, Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa kembali Digelar di Banjar Anyar-Anyar Desa Adat Pohgading 

Ia menambahkan penerima adalah warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tercatat penerima BPNT atau Sembako Kemensos dari Pemerintah Pusat itu di Kabupaten Jembrana sebanyak 15.661 KK.

Wabup Kembang bersyukur pemerintah pusat menambah kuota penerima BPNT bagi warga Jembrana terdampak corona. Bantuan itu juga disebutnya sangat bermanfaat meringankan beban masyarakat dari kalangan kurang mampu, terlebih di tengah wabah sekarang ini.

“Melalui pendekatan dengan pusat, kita dapat tambahan lagi sebanyak 6.231 KPM dari semula hanya 9.430. Sehingga jumlah totalnya menjadi 15.661. Mereka akan menerima bantuan BPNT sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya, dalam bentuk sembako sebagai jaring pengaman sosial di tengah pandemi corona ini,” kata Kembang.

Baca Juga :  Luncurkan Aplikasi PIJAR, Bupati Tamba Dorong Siswa Kreatif Kedepankan Teknologi Pembelajaran

Diluar BPNT tadi kata Kembang, langkah perlindungan sosial dan stimulus ekonomi menghadapi dampak Covid-19, pemerintah juga menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Mulai bulan April 2020, Kemensos juga telah menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi setiap bulan. Sebelumnya bantuan PKH ini dicairkan 4 kali dalam setahun.

“PKH juga tergolong Bantuan Non Tunai bersyarat. Nilainya bervariasi masing-masing KK dengan melihat kondisi dan komponen masing masing penerima PKH. Untuk Kabupaten Jembrana jumlah penerima PKH sebanyak 7.098 KK,” terang Kembang Hartawan.

Dengan total Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Jembrana sebanyak 18.443, Ia menyadari jumlah warga Jembrana yang terdampak corona yang perlu dibantu akan bertambah. Menyusul bantuan lainnya akan segera disalurkan. Diantaranya Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos, Bantuan Sembako Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, bantuan cadangan pangan  Kabupaten serta BLT Desa dari anggaran desa. Seluruh bantuan itu dirancang membantu warga yang terdampak, imbas dari pandemi corona. Diluar bantuan yang sumbernya dari pemerintah tadi, juga akan disalurkan bantuan hasil donasi masyarakat yang dihimpun pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pj. Ketua Dekranasda Bali Hadiri HUT ke-44 Dekranas di Solo

Kembang juga mengatakan semua elemen masyarakat diharapkan bisa membantu agar bantuan bisa tepat sasaran.

“Kita salurkan secara bertahap dulu. Masyarakat diharapkan lebih sabar, karena menyusul akan ada lagi bantuan dari pos yang berbeda. Prinsipnya agar bantuan lebih merata atau tidak terjadi tumpang tindih maupun dobel penerima bantuan dari pos berbeda,” tandasnya. (agg/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News