Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Imbauan untuk berdiam diri di rumah selama pandemi Covid-19, ternyata berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat di perkotaan, termasuk Kota Denpasar.

Baca Juga :  Tingkatkan Soliditas Antar Anggota, DPP Apindo Bali Mengukuhkan Pengurus Apindo Kabupaten Badung

Masyarakat yang biasanya gemar nongkrong di luar rumah sudah tentu saat ini tidak bisa melakukannya lagi. Namun berdiam diri di rumah pastinya cepat menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Guna menghilangkan rasa tersebut, ada berbagai kegiatan yang bisa dilakukan selama berada di rumah, diantaranya berkebun.

Pemilik toko bibit dan alat pertanian di Denpasar, Handoko mengungkapkan sejak adanya anjuran berdiam di rumah, paket berkebun di rumah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat. “Selama sebulan terakhir ini paket berkebun di rumah menjadi salah satu yang paling laku,” ungkap Handoko saat ditemui Selasa (5/5/2020).

Salah satu paket yang paling diminati adalah berkebun sayuran. Untuk paket ini, ada beberapa jenis yang ditawarkan tergantung pada varian sayuran. Biasanya satu paket ini terdiri dari tiga jenis sayuran, satu media semai, pupuk dan polybag.

Baca Juga :  Sosialisasi Pengenalan Prodi D3 Perpustakaan FISIP Unud

Untuk harga, Handoko mengatakan beragam mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp250 ribu per paket. “Harga per paket disesuaikan dengan varian bibit yang disertakan dalam satu paket,” paparnya.

Pemilik toko hidroponik di Denpasar, Kencanawati juga mengatakan hal yang sama. Selama anjuran diam di rumah, permintaan paket hidroponik rumahan mengalami peningkatan yang signifikan. “Selama satu bulan terakhir ini, permintaan paket hidroponik rumahan mengalami peningkatan hampir 300 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Rai Mantra Lantik Made Toya Sebagai Penjabat Sekda Denpasar

Dari rata-rata penjualan bibit per minggu sebanyak 15 paket, selama pandemi ini bisa mencapai ratusan paket dengan jenis paket adalah sayuran yang mudah untuk dikembangkan seperti kangkung, bayam dan selada.

Peminatnya, menurut Kencanawati berasal dari kalangan rumah tangga baru. Konsumen melakukan pemesanan tidak dengan datang langsung ke toko, melainkan via online dan diantar oleh ojek online. (dar/bpn)