Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adnyana. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bali harus ekstra hati-hati dalam menyikapi kebijakan new normal di tengah tren positif Covid-19 yang masih tinggi.

Baca Juga :  Di Buleleng, BNNP Targetkan 50 Desa Adat Miliki Perarem Anti Narkotika

Penerapan New Normal harus memperhatikan segala aspek, terutama dari segi protokol kesehatan. Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adnyana Jumat (30/5/2020) di Kantor DPRD Provinsi Bali Denpasar.

Menurutnya ‘new normal’ berangkat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan bahwa Covid-19 tidak akan hilang, dengan pernyataan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menggagas kebijakan perlu melakukan terobosan untuk menyikapi wacana new normal dalam rangka berdamai dengan Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, I Nyoman Adnyana menyatakan penerapan new normal harus mempersiapkan segala aspek, mulai dari protokol kesehatan yang harus siap disemua lini serta tren penyebaran Covid-19 sudah mulai turun.

“Apabila segala aspek tersebut sudah realisasi kita tidak boleh lengah dan harus ada kebijakan yang tegas agar seluruh masyarakat mentaati peraturan tersebut terutama bagi mereka yang hendak masuk ke Bali harus diperketat,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, melihat tren positif Covid-19 di Bali yang masih tinggi penerapan new normal di Bali dinilai belum tepat. Semua elemen masyarakat mesti ekstra hati-hati menyikapi situasi pandemi ini. Tidak boleh gegabah hanya memikirkan ekonomi dan pariwisata Bali, sementara mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa masyaràkat.(ads/bpn)