Istimewa/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARDalam kondisi dan situasi yang terjadi sekarang ini dalam penanganan Covid-19, paramedis yang ada di RSUP Sanglah yang dikoordinasikan dalam Satgas Penanganan Covid-19 RSUP Sanglah memegang peranan yang sangat penting, namun mereka juga memiliki resiko yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Fraksi DPRD Kabupaten Gianyar Dorong Pengesahan RAPBD

Para Dokter dan perawat di RSUP Sanglah menjadi para pejuang sosial dan kemanusiaan dalam melawan pandemi Covid-19 dalam merawat, mengisolasi dan menyembuhkan warga yang positif terkena Covid-19 atau pasien dalam penanganan (PDP).

Untuk memenangkan peperangan ini, tentunya dokter dan paramedis harus dibekali “pakaian tempur” yang lengkap, kuat dan sehat, yang dinamakan Alat Pelindung Diri (APD). Dalam beberapa kasus, telah terjadi korban dokter dan perawat yang meninggal dunia dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya memerangi pandemi Covid-19.

Menyadari hal tersebut, maka Universitas Bali Dwipa yang disingkat UBAD yang artinya “obat” dalam Bahasa Bali, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Bali Dwipa, memberikan dan menyerahkan bantuan sebanyak 50 set APD kepada Satgas Covid-19 RSUP Sanglah.

“Kami segenap Civitas Academika Universitas Bali Dwipa (UBAD) menyerahkan bantuan sebanyak 50 set Alat Pelindung Diri (APD) kepada Satgas Covid-19 RSUP Sanglah sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian masyarakat Universitas Bali Dwipa kepada Satgas Covid-19 RSUP Sanglah,”  ujar Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali yang mendirikan dan menyelenggarakan Universias Bali Dwipa (UBAD).

Penyerahan bantuan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April 2020 di Aula Direksi RSUP Sanglah yang diterima oleh Direktur SDM / Ketua Satgas RSUP Sanglah yakni Dr. dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG (K), MARS. Dalam penyerahan bantuan itu, nampak Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn didampingi oleh Ida Bagus Puja Arimbawa, S.Si., M.Si sebagai Direktur Akademik.

Baca Juga :  Bantuan Dana Stimulus UMKM di Bangli Bermasalah, Berujung Pengaduan ke Ombudsman Bali

Lebih lanjut Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn menjelaskan bahwa dalam melawan pandemi Covid-19 ini kita semua harus mematuhi semua aturan, petunjuk dan arahan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Bali.

“Kita semua harus kompak dan bersatu dalam melawan pandemi Covid-19 seuai atruan, petunjuk dan arahan pemerintah. Disinilah diuji pengabdian kita semua sebagai warga negara dalam melaksanakan kewajiban kita kepada negara dan bangsa. Ini adalah salah satu bentuk Bela Negara bagi kita semua. Disini pula diuji rasa nasionalisme kita, rasa persatuan dan kesatuan kita,” jelasnya.

Kita semua harus bersatu padu satu langkah, satu visi dan satu misi dengan pemerintah dalam memenangkan peperangan memberantas pandemic Covid-19 dari bumi Nusantara Republik Indonesia. “Kita semua warga negara adalah garda terdepan dalam peperangan melawan pandemic Covid-19,” imbuhnya.

Caranya adalah kita harus tulus dan iklas untuk melakukan social distancing yakni membatasi aktivitas kita sendiri khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi yakni dengan Tinggal di Rumah atau Stay at home, bekerja dari rumah atau Work From Home, membatasi kontak dengan orang lain yakni dengan cara menghindari segala bentuk kerumuman baik dalam kegiatan sosial, kemanusiaan dan keagamaan, dengan menjaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, rajin atau sering-sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir paling sedikit 20 detik, menggunakan masker jika harus keluar rumah.

Baca Juga :  Wisuda Universitas Dwijendra, Sarjana Harus Mampu Beradaptasi dan Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Hanya dengan cara demikian, maka rantai penularan Covid-19 dapat diputus dan akhirnya kita semua bebas dari pandemi Covid-19. Sementara itu, bagi warga yang mengalami gejala-gejala terkena Covid-19 terutama seperti batuk kering, sesak napas, demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius yang disertai diare, maka sebaiknya segera melaporkan diri pada Satgas Penanganan Covid-19 terdekat atau ke rumah sakit rujukan terdekat.

Demikian juga warga yang pernah kontak dengan orang yang telah positip terkena Covid-19 harus segera melaporankan diri ke Satgas Penangannan Covid-19 terdekat. Jadi kita semua mesti jujur kepada petugas, dokter dan paramedis, agar dokter dan paramedis dapat mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan standar operasional dan prosedur (SOP) penanganan Covid-19. Jangan bertindak tidak jujur sebagaimana kejadian di RS Karyadi di Semarang sehingga menyebabkan 46 dokter dan paramedis terkena Covid-19 dan dinyatakan positip.

“Mari kita ambil hikmah positifnya dengan Stay at Home dan Work From Home sebagai sarana kita untuk berkumpul dan berbahagia bersama sanak keluarga kita. Dokter dan Paramedis adalah garda terakhir dalam peperangan memberantas Covid-19,” katanya.

Oleh karena itu Dokter dan paramedic harus memenangkan peperangan itu yakni melakukan pemeriksaan bagi warga yang diduga terkena Covid-19 dan mengobati warga yang positif terkena Covid-19 agar bisa sembuh dan sehat kembali.

“Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk membantu dan mendukung para Dokter dan paramedic dalam memenangkan peperangan melawan pandemic Covid-19 yakni dengan jalan membantu pengadaan APD karena terbatasnya anggaran pemerintah yang ada untuk itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Badung Tinjau Kesiapan Laboratorium PCR RSD Mangusada

Perlu diketahui, Universitas Bali Dwipa merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang dirancang sebagai Kampus Inovatif dengan motto “Creative, Innovative, Excellent”. Universitas Bali Dwipa (UBAD) sebagai kampus inovatif, maka dalam rangka berpartisipasi dalam penanganan pandemic Covid-19 telah melaksanakan proses pembelajaran secara online atau daring, baik dalam perkuliahan maupun dalam pelaksanaan quiz, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester, bahkan dalam Penerimaman Mahasiswa Baru Angkatan II Tahun Akademik 2020/2021.

“Kami mengambil hikmah positif dari pandemic Covid-19 ini sehingga Universitas Bali Dwipa sebagai Kampus Kreatif telah dapat menyelenggarakan proses pendidikan atau perkuliahan secara ONLINE. Untuk mengenal dan informasi lebih lanjut, selahkan masyarakat membuka web Universitas Bali Dwipa (UBAD) yakni www.balidwipa.ac.id,” jelas Wayan Adnyana.

Wayan Adnyana berharap bantuan APD yang diberikan kepada Satgas Penanganan Covid-19 RSUP Sanglah dapat bermanfaat bagi para dokter dan paramedis di RSUP Sanglah dalam memenangkan pertarungan melawan pandemik Covid-19 khsusnya di Provinsi Bali.(ads/bpn)