Nyoman Sugawa Korry

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Diperkirakan ada sekitar 13.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang akan pulang dari luar Negeri, dari sekitar 20.000 pekerja migran. Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, mengusulkan  agar PMI untuk jalani karantina di Hotel Melati, dengan anggaran Rp 32 miliar yang merupakan sharing antara Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot asal PMI bersangkutan.

Khusus untuk PMI yang datang dari negara terjangkit, “Harus diketatkan pengecekan kondisi kesehatannya,  Para PMI ini wajib menjalani rapid test dan isolasi di tempat yang sudah disediakan Pemerintah dalam kondisi layak,  tidak lagi di sekolah sekolah atau secara mandiri,” tegasnya.

Menurut Sugawa Korry yang juga Ketua DPD Partai Golkar, Pemprov Bali bekerja sama dengan stakeholder bisa menyewa Hotel Melati yang murah untuk tempat isolasi PMI. Biaya Hotel dan konsumsinya ditanggung Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot asal PMI bersangkutan.

Sugawa Korry asumsikan kebutuhan-kebutuhan biaya untuk 13.000 PMI selama isolasi, mencapai sekitar Rp 32 miliar. “Biayanya bisa sharing antara Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot, katakanlah Pemprov Bali tanggung 60 persen, sementara Pemkab/Pemkot asal PMI tanggung 40 persen”, jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Minta Gerakan Pramuka Lebih Adaptif Terhadap Perkembangan Zaman

Nyoman Sugawa Korry, mengharapkan agar Gubernur Wayan Koster untuk memperketat pintu-pintu masuk Bali, sebagai upaya mencegah semakin meluasnya penyebaran wabah Covid-19. “Bukan hanya pelabuhan laut yang diperketat penjagaannya, tetapi juga bandara Internasional Ngurah Rai,” tutupnya.(ads/bpn)