Suasana Gathering Online bersama Astra Motor Bali, Minggu (26/4/2020)

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARDi tengah Pandemi Covid-19, Astra Motor Bali mengadakan Gathering Online perdana bersama Blogger dan Wartawan dengan tema “WFM (Weekend for Media)”, Minggu (26/4/2020).

Baca Juga :  Bupati PAS Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi Saat Pendemi Covid-19

Corcom Astra Motor Bali, AA Raka Sri Mayuni, menjelaskan Gathering Online ini dilakukan sebagai kegiatan tahunan temu kangen bersama Manajemen Astra Motor Bali dengan Blogger dan Wartawan. Mengingat kondisi masih belum kondusif karena Pandemi Covid-19 yang dilarang untuk melakukan kegiatan keramaian, sehingga gathering ini dilakukan secara online.

“Kita ikuti imbauan pemerintah, sehingga gathering kali ini kita lakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom. Untuk peserta gathering kali ini diikuti oleh 15 peserta dari Blogger dan Wartawan,” tambah Sri Mayuni.

Dalam acara gathering online tersebut diisi dengan pemaparan materi tentang “Media Dalam Pusaran Badai Corona” oleh Bapak Emanuel Dewata Oja selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali.

Emanual Dewata Oja atau Edo sapa akrabnya memaparkan secara ringkas panduan peliputan selama Pandemi Covid-19 kepada Blogger dan Wartawan seperti utamakan keselamatan diri, bekali diri dengan pengetahuan tentang Covid-19, wartawan yang positif/OPD/PDP Covid-19 tidak melakukan peliputan, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), harus wawancara jarak jauh atau via telepon, boleh mengutip/menyiarkan video pasien sesuai Kode Etik Jurnalistik, tidak menyebut identitas anak penderita Covid-19, tidak melakukan peliputan ke rumah sakit atau kamar jenazah, selalu jaga jarak saat door stop, tidak menghadiri konferensi pers, jika menggunakan drone agar tidak mengganggu suasana, taat protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dan minta perusahaan untuk menyiadakan APD dan biaya perawatan.

“Jika sangat mendesak untuk melakukan peliputan ke rumah sakit atau kawasan zona merah Covid-19, mohon utamakan keselamatan diri dengan menggunakan APD seperti masker,” tambah Edo.

Baca Juga :  Deklarasi Pengukuhan Relawan Jaya-Wibawa di Puri Satria Denpasar

Selain itu, Edo juga menekankan dalam anjuran penulisan berita agar tidak menggunakan narasi menakutkan, tidak menggunakan gambar atau ilustrasi yang menakutkan, selalu terapkan norma penulisan berita sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU PERS dan bangkitkan optimisme.

“Selalu ikuti Kode Etik Jurnalistik dan UU PERS dalam menulis berita agar berita yang kita sajikan tidak menimbulkan polemik di masyarakat atau dianggap Hoaks,” ujar Edo.(tis/bpn)