istimewa/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Ratusan pedagang di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula menjalani rapid testRapid Test yang dilakukan oleh Puskesmas Tejakula 2 ini dilakukan untuk pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 di desa tersebut.

Baca Juga :  Kondisi Memprihatinkan Akibat Pandemi, Lembaga Konservasi di Bali Butuh Dukungan

Sejumlah 128 orang pedagang tersebut diambil sampelnya secara bergiliran di Wantilan Kantor LPD Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kamis (30/4/2020). Pelaksanaan pengambilan sampel ini dipantau langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Ditemui usai pemantauan, Wabup Sutjidra menjelaskan pengambilan sampel ini merupakan yang kedua dilakukan. Sebelumnya sampel pedagang diambil secara acak dan hasil rapid test nya ada yang positif. Oleh karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng memutuskan untuk melanjutkan rapid test kepada seluruh pedagang. Selanjutnya, jika ada hasil rapid test nya yang positif, akan dilanjutkan kembali.

“Termasuk orang yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif di Desa Bondalem,” jelasnya.

Baca Juga :  Songsong Pilkada, Kesbangpol Gelar Sosialisasi

Bagi yang sebelumnya sudah di rapid test dan hasilnya positif, sudah dirawat RS Pratama Giri emas dan langsung di tes swab. Dengan begitu, keputusan yang diambil oleh GTPP Covid-19 Buleleng terhadap Desa Bondalem sangat strategis. Bagaimana isolasi, tracing, dan tracking dilakukan untuk menentukan orang-orang yang kontak erat dengan kasus yang pernah terjadi di Desa Bondalem. “Langkah ini sebagai upaya yang sangat strategis dilakukan oleh GTPP Covid-19 Buleleng untuk melakukan pelacakan,” ujar Wabup Sutjidra.

Wabup Sutjidra pun mengungkapkan jumlah pedagang yang menjalani rapid test hari sebanyak 128 orang. Dengan apa yang terjadi di Desa Bondalem, Wabup Sutjidra terus mengimbau masyarakat bukan hanya masyarakat Desa Bondalem tapi juga Buleleng secara umum untuk terus mengikuti anjuran pemerintah. Protokol Kesehatan penanganan Covid-19 juga harus disiplin diikuti. “Baik itu cuci tangan, PHBS, pakai masker, dan jaga jarak,” pungkasnya. (dra/humas-bllng/bpn)