istimewa/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama jajaran Forkopimda Tabanan dan Yayasan Ekalawya, membagikan paket vitamin kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang melaksanakan isolasi diri di Hotel Aris, Abiantuwung, Kediri, Kamis (23/4/2020). Dia pun menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan dari APBD, melainkan urunan dari para donatur dan pihak CSR.

Baca Juga :  Aparat Penegak Hukum di Bali Berintegrasi Cegah Korupsi

Ada sekitar 19 orang PMI yang melaksanakan isolasi di hotel tersebut. Mereka adalah para pekerja yang dipulangkan dari luar negeri, dengan hasil tes negatif Covid-19.

“Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, sebenarnya. Baru hari ini kita bisa hadir di sini, karena kami dan muspida berkomitmen untuk keliling melihat kondisi masyarakat. Dan, hari ini pula kami membawa sedikit-tidaknya paket stamina,” ucapnya.

Bupati Eka menjelaskan, ada sekitar 100 PMI yang melakukan isolasi di berbagai tempat, yang tersebar di Tabanan. Secara bergantian akan diberikan bantuan. Dia menyebut bahwa musibah ini tidak hanya dialami para PMI, namun pemerintah dan seluruh masyarakat Tabanan juga terdampak.

“Banyak rakyat yang di-PHK, bahkan ada yang kesulitan membeli beras. Oleh karena itu, kami tanggung semua dalam keadaan suka dan duka. Untuk itu, selalu jaga kesehatan, berpikir positif, dan selalu bersyukur, karena semua ini adalah ujian,” ujarnya.

Baca Juga :  Rai Mantra Serahkan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Bupati Eka juga minta kepada seluruh masyarakat, agar jangan bertindak berlebihan dan menunjukan sikap apatis dengan keadaan ini. Dia minta agar masyarakat mampu menunjukkan rasa kemanusiaan, menyama beraya yang tinggi, serta menumbuhkan semangat gotong royong, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

Kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tabanan, Bupati Eka pun minta agar memperhatikan dengan baik seluruh PMI yang melakukan isolasi, baik dari segi makanan, kesehatan, bahkan kenyamanan di tempat tersebut. “Jangan sampai para PMI diberikan nasi bungkus dan pelayanan yang buruk,” tegasnya. (ita/bpn)