foto ilustrasi : https://www.vecteezy.com

BALIPORTALENWS.COM, JAKARTA – Direktorat Jendral Pajak memberikan insentif pajak bagi wajib pajak yang bergerak di bidang usaha untuk membantu mengurangi dampak ekonmi wabah Virus Corona (Covid-19).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktoran Jenderal Pajak Hestu Yoga Sakama dalam siaran pers, Senin (6/4/2020) menjelaskan untuk melaksanakan pemberian insentif tersebut maka Direktorat Jenderal Pajak menentukan klasifikasi lapangan usaha wajib pajak berdasarkan SPT tahun pajak 2018 yaitu mengikuti KLU yang dicantumkan oleh wajib pajak pada SPT tersebut.

“Apabila wajib pajak tidak mengisi KLU pada SPT dimaksud maka KLU wajib pajak ditentukan berdasarkan data KLU terakhir yang ada pada database (masterfile) Direktorat Jenderal Pajak,” jelas Hestu.

Untuk lebih praktisnya, baliportalnews.com sudah merangkum agar wajib pajak dengan mudah untuk melakukan permohonan insentif pajak dengan cara mengikuti langkah-langkah berikut :

1. Kungjungi situs website www.pajak.go.id dan klik tomblon Login di pojok kanan atas. Masukkan NPWP dan Password.

2. Pilih Tab Layanan dan klik pada Icon KSWP.

Baca Juga :  HLN ke-75, PLN UID Bali Siap Terapkan EBT

3. Scroll ke bawa dan pada bagian Profil Pemenuhan Kewajiban Saya, pilih jenis insentif yang ingin dimanfaatkan.

Dalam hal KLU yang sebenarnya berbeda dengan KLU yang tercantum pada SPT 2018, maka wajib pajak dapat melakukan pembetulan KLU dengan cara pembetulan SPT.

“Apabila terhadap SPT 2018 sedang atau telah dilakukan pemeriksaan sehingga tidak dapat dilakukan pembetulan, maka wajib pajak dapat melakukan permintaan perubahan data agar data KLU pada database DJP sesuai dengan kode KLU yang sebenarnya,” tambah Hestu.

Untuk itu Direktorat Jenderal Pajak mengimbau wajib pajak yang bergerak di bidang usaha yang berhak mendapatkan insentif pajak sesuai PMK-23/2020 namun belum menyampaikan SPT 2018 untuk segera menyampaikan SPT 2018 dengan mencantumkan KLU yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar dapat memanfaatkan insentif pajak tersebut.

“Bagi wajib pajak yang baru terdaftar setelah 1 Januari 2019, kode KLU yang digunakan adalah kode KLU sebagaimana tercantum pada Surat Keterangan Terdaftar yang dikeluarkan oleh KPP tempat wajib pajak terdaftar,” tutup Hestu.(r/bpn)