BALIPORTALNEMS.COM, DENPASAR – Serial ‘Pulau Plastik’ yang digagas Gede Robby “Navicula” guna memberikan  pemahaman bagi masyarakat tentang dampak buruk plastik sekali pakai mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik  kembali di tampilkan.

Beragam aktivitas masyarakat mengenai sampah dan plastik dikemas dalam sajian film yang direncanakan akan berlangsung hingga 8 episode ini. Serial keempat  film yang juga di buka langsung  Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Pasar Badung Denpasar Jumat (6/12/2019) petang.

Rai Mantra pun berkesempatan hadir dan menonton langsung serial film bertemakan lingkungan ini. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, pemuka agama Ida Mas Dalem Segara, komunitas peduli lingkungan, serta penonton dari masyarakat Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga turut diberikan tumpeng sebagai ucapan puji syukur telah di laksanakan acara ini.

Baca Juga :  Gubernur Siapkan Insentif Bagi Desa Adat Terkait Penanganan Covid-19

Dalam kesemptan tersebut Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa film Pulau Plastik ini merupakan salah satu wahana edukasi yang baik bagi masyarakat. Utamanya mengenai lingkungan serta pengurangan sampah dan mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan plastik. Dimana saat ini masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bahaya plastik yang keberadaannya kini telah menjadi bagian dari kehidupan kita.

“Dengan adanya film ini tentu sangat baik sebagai ajang edukasi bagi masyarakat, bahwa plastik yang saat ini masih dirasa sebagai permasalahan sepele justru sangat berdampak besar dan menjadi ancaman bagi kehidupan manusia,” jelasnya.

Rai Mantra menambahkan bahwa bahaya inilah yang harus kita tanggulangi sehingga mampu menyelamatkan anak dan cucu kita kedepanya.

Menurutnya, jika plastik terus dibiarkan dan tidak terkontrol, masalah besar akan terjadi. Dimana, keberadaannya tentu akan mempengaruhi berbagai sektor penting. Mulai dari kesehatan, ekonomi, serta ancaman besar bagi dunia pariwisata di Bali.

Baca Juga :  Momentum Bali Era Baru, Pertamina Dituntut Siapkan Program Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

“Tentu kita tidak ingin bahaya plastik itu terjadi dan mengganggu sektor penting kehidupan manusia, dan mulai dari sekarang kita harus bergerak bersama untuk bijaksana mengurangi plastik,” ajak Rai Mantra.

Ketika dikonfirmasi film Pulau Plastik ini, Rai Mantra mengaku itu merupakan awal dari lahirnya Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang dikeluarkan Walikota Denpasar untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai di Denpasar.

“Kebetulan ada yang ngajakin ikut ya bagus, kebetulan juga kami di Denpasar sangat komitmen untuk pengurangan plastik ini, dan kedepan kolaborasi ini akan terus kita pacu sehingga film-film seperti Pulau Plastik ini dapat terus bertambah untuk mengkampanyekan peduli lingkungan utamanya pengurangan penggunaan plastik untuk menyelamatkan bumi dan anak cucu kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas secara Virtual

Dijumpai usai pemutaran serial Pulau Plastik, Gede Robby Navicula yang juga selaku host dalam film tersebut mengatakan bahwa saat ini kondisi bumi kian mengkhawatirkan, khususnya mengenai permasalahan sampah. Dimana, saat ini sampah sudah menjadi pengisi setiap sudut bumi. Tak hanya di darat di laut pun sampah menjadi ancaman biota laut, mulai dari ikan dan kerang yang sudah terkontaminasi sampah, kita harus selamatkan bumi dari ancaman sampah.

“Banyak masyarakat yang belum mengatahui bahaya sampah yang mereka buang, dan tanpa sadar mikro plastik itu sebenarnya sudah berada di sekitar kita, jadi yang kita buang justru kembali kita makan karena adanya pencemaran plastik tersebut. Dalam peluncuran film ini banyak juga bintang tamu yang hadir diantaranya Jun Bintang, group band Navicula, dan lain-lain. (gus/humas-dps/bpn)