BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Guna membantu mempromosikan dan memperdayakan masyarakat dalam menciptakan produk unggulan Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Denpasar Festival tahun 2019.

Event tahun ini mengambil tema “Jentera Kebahagiaan”. Konsistensi pengurangan penggunaan kantong plastik terlihat dari komitmen untuk say no plastic, jadi semua kemasan menggunakan bahan ramah lingkungan. Hal ini disampaikan Direktur Deva Communications Putu Suwitra saat menghadap Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Walikota Denpasar Senin (22/7/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan Jentera Kebahagiaan adalah mencerminkan mandala kebahagiaan yang bersumber dari pertalian dan perikatan yang kuat dan saling memperkaya antar pribadi, kerabat, keluarga dan komunitas dalam skala yang luas. Denpasar adalah tenun kreativitas demi kebahagiaan baik sebagai pendakian spiritual penghidupan sehari hari, ekspresi diri, perekat kebersatuan dan latamohasadhi ‘obat’ dalam mencapai keseimbangan dan kebahagiaan lahir dan bathin.

Sehingga dalam Denfes 2019 beberapa program unggulan yang ditampilkan yakni workshop pembuatan sedotan dan tote bag non plastik, upcycle T-Shirt, composting sampah rumah tangga, how to be happy Relaksasi dan gaya hidup sehat urban, branding dan packaging yang dilaksanakan (bekraf Denpasar).

Tidak hanya itu kegiatan ini juga ada Talkshow Nasional Refleksi 12 tahun Denpasar Festival bersama Walikota Denpasar Rai Mantra, dan launching event pilar kebudayaan Denpasar.

“Talkshow berskala nasional ini, menghadirkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra selaku tokoh sentral di balik lahirnya Denpasar Festival untuk mengulas dan mengisahkan perjalanan 12 tahun Denpasar Festival sebagai wahana yang berkontribusi besar, balik secara kultural, sosial dan ekonomi bagi dunia orange economy di kota ini,’’ jelas Switra.

Dalam kesempatan itu Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik tema “Jentera Kebahagiaan’’. Menurutnya tema tersebut mencerminkan dari indeks kebahagiaan Kota Denpasar tertinggi di Bali, yaitu 7,4.

Rai Mantra juga menegaskan agar tidak menggunakan plastik dan diusahakan tidak ada sisa makanan, seusai menikmati kuliner di Denfest. “Masalah plastik kita harus terus galakan khususnya melalui kegiatan Denpasar Festival, sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya kantong plastik semakin meningkat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu dalam kesempatan itu Rai Mantra minta agar dalam Denfes ini menonjolkan produk kerajinan kriya, produk kerajinan UMK Kota Denpasar yang mencerminkan konsep Orange Economy. Karena Denfes menjadi salah satu aktivasi demi keberlangsungan Orange Economy yaitu membangun Denpasar sebagai domain ‘mindfacture’ dan bukannya domain ‘manufacture’, sebuah pendekatan pembangunan kota yang bersandar kepada kekayaan dan keunggulan kreativitas seni dan budaya dibandingkan dengan eksploitasi kekayaan alam dan pembangunan pabrik-pabrik mesin raksasa. (ayu/humas-dps/bpn)