BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Menyambut Hari Kartini, PKK Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, menggelar Lomba Senam dan Busana Adat ke Pura, diselenggarakan di Wantilan Pura Khayangan Wisesa, Desa Adat Munggu, Minggu (21/4/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung diwakili Istri Sekda Badung, Ny. Rasniati Adi Arnawa didampingi Sekcam Mengwi, Nyoman Suartana, Tripika Kec. Mengwi, Ketua Penggerak PKK Kec. Mengwi, Perbekel Munggu Ketut Darta, Ketua BPD Munggu Made Dedik Arsana, Bendesa Adat Munggu Made Rai Sujana, Bendesa Adat Pande, Made Anom Pande, Bendesa Adat Kerta Bujangga, Putu Purwita. Pada kesempatan tersebut Ny.Rasniati Adi Arnawa membuka secara resmi Lomba Senam dan Lomba Busana Adat ke Pura Desa Munggu ditandai dengan pemukulan gong.

Ketua panitia lomba, Ni Luh Budiasih melaporkan, tujuan lomba ini adalah memotivasi dan menggerakkan anggota PKK se-Desa Munggu untuk berperan aktif mengembangkan seni, adat dan budaya bali khususnya berbusana adat ke pura. Selain itu memotivasi dan menggerakan anggota PKK se-Desa Munggu agar melakukan senam secara rutin dan teratur gerak sesuai IODI Kab. Badung. Menjalankan 10 program pokok PKK di bidang kesehatan dan seni budaya sehingga meningkatkan persatuan demi kejayaan PKK Desa Munggu.

Tema lomba tahun ini adalah ” Pelestarian Adat dan Budaya, serta meningkatkan kesehatan masyarakat dibidang olahraga”. Lomba dilaksanakan selama 1 hari tanggal 21 April 2019 sekaligus merayakan hari besar bagi wanita yaitu Hari Kartini. Lomba diikuti oleh 13 peserta dari masing-masing banjar se-Desa Munggu. Para juara akan mendapatkan penghargaan dan dana pembinaan.

Ny. Rasniati Adi Arnawa menyampaikan atas nama Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung menyambut baik diselenggarakannya lomba senam dan lomba berbusana adat ke pura Desa Munggu, dalam rangka melastarikan seni, adat dan budaya bali khususnya berkenaan dengan pemakaian busana adat bali dan kesehatan masyarakat melalui olahraga senam.

Lebih lanjut diharapkan kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di tahun ini saja, namun terus berlanjut setiap tahunnya. “Hal ini penting saya sampaikan mengingat kegiatan ini tidak semata-mata mendapatkan juara, tetapi yang lebih penting adalah adanya pengetahuan bagi masyarakat khususnya generasi muda berkenaan dengan tata cara berbusana adat bali, khususnya berbusana adat ke pura dan yang paling penting menjaga kesehatan,” tambahnya.(humas-bdg/bpn)

loading...