BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar kini mengantisipasi laboratorium sekolah menjadi gudang narkoba. Antisipasi ini dilakukan menyusul ditangkapnya dua karyawan sekolah yang menjadikan laboraturium sebagai gudang narkoba di salah satu sekolah kawasan Kembangan, Jakarta Barat, belum lama ini. Demikian ditegaskan Kepala BNNK Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu, Selasa (5/2/2019).

‘’Unit Narkoba Polsek Kembangan menangkap dua pengedar narkoba yang menyimpan obat-obatan terlarang tersebut di laboratorium lembaga pendidikan itu. Dari penangkapan tersebut, polisi mendapati barang bukti enam paket sabu-sabu seberat 355,56 gram, dua timbangan digital, satu alat hisap, dan obat psikotropika golongan IV serta obat daftar G sejumlah 7.910 tablet. Kami akan mengantisipasi dan mengawasi agar peredaran narkoba tidak sampai masuk ke sekolah-sekolah di Denpasar, khususnya,’’ tegas Suwahyu.

Ia menyebutkan, mengantisipasi peredaran narkoba di sekolah, BNNK Denpasar telah gencar mengadakan penyuluhan melawan narkoba dan tes urine. Penyuluhan dan tes urine, tidak saja pada siswa juga menyasar guru dan pegawai sekolah. Hal itu dilaksanakan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Selain itu, juga agar siswa dan siswi serta guru dan pegawai sekolah mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan penyuluhan ini adalah sebagai bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi terhadap penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Kalau misalnya ada yang terindikasi bisa diantisipasi secara dini,’’ ujar Suwahyu.

Keterlibatan orangtua dalam antisipasi narkoba di lingkungan sekolah, lanjut Suwahyu, dirasa penting karena pencegahan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Selanjutnya, pihak sekolah yang melakukan pendekatan lewat sosialiasi.

Ia memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan waktu dan mendukung BNNK Denpasar dalam melaksanakan tugasnya. Terutama dalam melakukan penyuluhan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba disekolah.

‘’Ini sebagai salah satu upaya Pencegahan, pemberantasan dan perdagangan gelap narkoba (P4GN). Ini juga merupakan tanggung jawab kita bersama baik BNNK Denpasar maupun dari pihak sekolah agar para siswa-siswi tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,’’ terangnya.

Menurutnya, bila ada pelajar yang terindikasi terlibat narkoba. Maka pihaknya mengusahakan agar yang bersangkutan direhabilitasi. Sebab menurutnya, peredaran narkoba dikalangan pelajar sangat berbahaya untuk masa depan generasi muda. Yang mana dicanangkan sebagai generasi penerus bangsa. (tis/bpn)

loading...