Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Berbagai ketimpangan sosial yang terjadi di Provinsi Jawa Barat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Seluruh unsur strategis pembangunan harus bersinergi untuk terlibat membangun Jawa Barat. Kerja sama ini juga dibutuhkan untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati para pemimpin dunia sejak 2015 silam.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, dalam berbagai kesempatan mengatakan, setidaknya ada 5 unsur pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam mendorong pencapaian pembangunan di Jawa Barat. Kelima unsur strategis tersebut diantaranya unsur pemerintahan, pelaku bisnis, akademisi dan para ahli, komunitas masyarakat, dan media.

Perguruan tinggi saat ini dipandang perlu terlibat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini didasarkan, perguruan tinggi saat ini tidak sekadar sebagai pusat keilmuan dan riset, namun harus dapat berkontribusi langsung ke masyarakat melalui aplikasi keilmuan dan riset yang dimiliki.

Keterlibatan lima unsur strategis ini menjadi pedoman bagi Universitas Padjadjaran. Dikenal dengan skema kerja sama Pentahelix, Unpad aktif mempertemukan kelima unsur tersebut untuk sama-sama memikirkan kontribusi terbaik untuk mendukung peningkatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

Baca Juga :  Hadir Pertama Kali di Pulau Sulawesi, Honda Resmikan Dealer Mobil Bekas Bersertifikasi

Menjelang Dies Natalis ke-60 yang jatuh pada 11 September mendatang, Unpad berkomitmen mendorong Provinsi Jawa Barat mampu mengimplementasikan 17 capaian dalam tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui Konferensi Pembangunan Jawa Barat III (KPJB III), Unpad berupaya mempertemukan para unsur strategis Pentahelix untuk mendiskusikan beberapa capaian yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Konferensi ini akan digelar pada Selasa, 5 September 2017, bertempat di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pukul 08.30 – selesai. Konferensi ini akan menampilkan pembicara kunci Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar, dan diisi dengan pembicara sebagai berikut:

  1. Prof. Armida Salsiah Alisyahbana, S.E., M.A., PhD, (Direktur SDGs Centre Unpad)
  2. H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P., (Bupati Garut)
  3. Dr. Ir. Lukman Shalahudin, M.Si., (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah)
  4. H. Sonny Salimi, S.T., M.T., (Direktur PDAM Tirtawening)

Selain konferensi utama, akan digelar pula sesi presentasi paralel yang diikuti oleh 37 pemakalah tentang pembangunan Jawa Barat. Sesi ini menampilkan 10 topik presentasi, yaitu: keadilan hukum, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan petani dan nelayan, penciptaan dan penerapan teknologi, pendidikan dan kesehatan, politik kekuasaan dan korupsi, tatanan dan konflik sosial budaya dan ketimpangan, mobilitas penduduk dan jejaring sosial, keuangan inklusif dan kewirausahaan sosial, serta ketahanan dan kemandirian pangan.

Baca Juga :  Peningkatan Governansi untuk Perkuat Sektor Jasa Keuangan

Selain menggelar konferensi, kegiatan ini juga terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu:

  1. Diskusi Pembangunan Jawa Barat, Acara ini merupakan kegiatan diskusi terbatas antara kepala pemerintaha daerah, akademisi, dan praktisi bersama pemimpin redaksi surat kabar terkemuka nasional atau Jawa Barat. Diskusi ini telah dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2017.
  1. Showcase (Gelar) produk unggulan Unpad dan produk hasil pembangunan dari 27 Kabupaten/Kota se- Jawa Barat yang diselenggarakan bersamaan dengan acara konferensi ini di Kompleks Gedung Rektorat Unpad Jatinangor. (humas-unpad/bpn)

Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News