Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Masalah klasik kecrat-kecritnya pasokan distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar, ke pelanggan, kembali dikeluhkan. Ini dialami pelanggan PDAM di seputaran Jalan Nagasari dan Jalan Siulan, Penatih Dangin Puri, Dentim.

Tak lancarnya air PDAM termasuk dialami SDN 2 Penatih yang berlokasi di Jalan Nagasari. Kondisi itu sangat dikeluhkan pihak sekolah, karena tak ada air bersih yang mengalir untuk kamar mandi dan WC siswa dan guru. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama.

‘’Masa kami minta anak-anak membawa air bersih ke sekolah, rasanya tak wajar sekali,’’ ujar Kepala SDN 2 Penatih, Wayan Kantra, Rabu (30/8/2017).

Menurut Wayan Kantra, selama ini memang pihak sekolah hanya mengandalkan air dari PDAM. Air itu dipakai untuk menyiram kebun sekolah, ngepel lantai, isi bak kamar mandi dan WC guru dan siswa serta untuk cuci tangan di luar kelas. Tapi lacur, jam 06.00 pagi air sudah mati, dan itu berlangsung sampai sore. Jika ada air mengalir, kadang-kadang hanya saat siang hari saja dan itupun sangat kecil sekali.

Baca Juga :  Ketua GOW Kota Denpasar Tutup Posyandu Paripurna Tahun 2024 di Banjar Semawang, Terus Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

‘’Untuk bak penampungan air (tower) memang kami belum punya, karena keterbatasan anggaran sekolah. Termasuk membuat sumur bor, sangat tak mungkin mau diambilkan dana dari mana,’’ katanya.

Wayan Kantra berharap agar Pemkot Denpasar dalam hal ini pihak PDAM untuk secepatnya membantu menyelesaikan persoalan ini, sehingga jangan sampai berdampak pada kesehatan murid-murid.

‘’Kasihan warga sekolah (siswa dan guru) yang mau kencing, apalagi yang kebelet sakit perut sampai minjam WC di rumah penduduk di sebelah sekolah. Kalau mereka kencing sembarangan di sekolah, jelas sangat berdampak pada kesehatan warga sekolah,’’ tegasnya.

Sejumlah pelanggan PDAM lainnya di Jalan Nagasari dan Jalan Siulan, juga mengeluhkan sering matinya aliran air ke wilayahnya. Salah satu warga, Putu Putra mengatakan, masalah tak lancarnya distribusi air di wilayahnya sudah sering terjadi.

Bahkan, sejak beberapa hari terakhir pasokan air dari PDAM kerap mati dan baru mengalir pada jam-jam tertentu. Itu pun sangat kecil dan tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga dan MCK. “Airnya ngalir pas malam saja. Kita sudah sering menyampaikan keluhan itu ke PDAM, cuma belum ada kejelasan. Hal itu yang membuat warga merasa was-was,” katanya.

Dijelaskan, biasanya aliran air di wilayah tersebut memang terjamin meski tidak terlalu baik. “Biasanya air mulai lancar kalau malam hari. Sedangkan pagi sampai sore jarang ada air yang mengalir,’’ katanya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Nuasen Ngodakin Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel

Karena kecilnya aliran air, banyak warga yang tidak bisa mencuci pakaian terutama yang menggunakan mesin cuci otomatis. Kalau mencuci harus dilakukan dini hari ketika air benar-benar mengalir dengan cukup.

Hal yang sama juga dirasakan pelanggan PDAM lainnya Guru Made. Dia mengaku tak bisa bekerja membersihkan mesin kendaraan yang diperbaiki di bengkelnya lantaran tak ada air yang mengalir dari PDAM.

Selama ini ia juga hanya mengandalkan suplay air dari PDAM. ‘’Kalau terus-terusan seperti ini bagaimana bisa kerja. Mandi juga kadang susah, pagi jam 6 sudah mati dan baru lancar malam harinya,” ungkap dia. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News