Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Ali Adriansyah Rusmiputro, satu-satunya pebalap Indonesia yang berlaga di ajang World Supersport 300 (WSSP 300), kembali mendulang poin usai menjalani putaran ke-6 yang berlangsung di Sirkuit Lausitzring, Jerman, Minggu (20/8/2017).

Hasil yang dicapai oleh pebalap Pertamina Almeria Racing Team tersebut bukan diraih dengan mudah. Pasalnya, kendala masih mendera sepeda motor yang ia tunggangi, salah satunya adalah shifter atau pemindah gigi yang berjalan tidak sempurna.

“Sebetulnya performa motor luar biasa baik. hanya saja saat race ada masalah sedikit yaitu saat pindah ke gigi 4, putaran mesin selalu drop untuk oper  ke gigi 5-nya,” ucap Ali Adrian. Namun, ia tidak mau menjadikan itu sebagai alasan ia hanya bisa finish di urutan 13 dari 37 rider yang berlaga.  “Saya tidak mau jadikan itu alasan kenapa saya finish di posisi 13. Saya sudah maksimal dan saya bisa bilang hari itu kita tidak bisa dapatkan hasil yang lebih baik lagi,” tegas Adrian.

Adrian sendiri mengaku agak kesulitan dan harus mengerahkan segala kemampuannya di sirkuit yang satu ini sejak sesi latihan bebas pertama hingga Super Pole 2. Beruntung timnya mampu mengatasi permasalahan yang ada.

Baca Juga :  Galaxy AI Segera Hadir di Galaxy Z Flip5 dan Galaxy Z Fold5

Saat Super Pole 1 Ali Adriansyah membuat kejutan, ia menjadi yang tercepat dengan membukukan waktu 1menit 57,009 detik. Dengan raihan itu otomatis ia berhak masuk ke Super Pole 2. “Ini pertama kalinya saya masuk Super Pole 2. Pertama kalinya juga saya berada di lintasan yang diisi hanya 12 pebalap,” tutur Adrian.

Sukses masuk ke 12 besar pebalap pada sesi kualifikasi, memberi pengalaman berharga lainnya pada pebalap kelahiran Jakarta itu. Di babak ini Ia harus lebih pintar memainkan strategi dan membaca situasi mengingat hanya ada 12 pebalap di lintasan.

Pada kondisi lintasan yang saat itu berangin, Ali Adrian harus ada di dekat pebalap lain. Kurang menguntungkan jika melaju sendirian. “Hampir tidak mungkin untuk melakukan 1 lap kencang sendirian, kita butuh slipstream,” papar Adrian. Artinya, pebalap asuhan David Garcia itu mesti selalu dekat dengan rider lain untuk melindunginya dari terpaan angin yang kencang sekaligus mencuri kesempatan untuk melaju lebih cepat. Pada Super Pole 2 itu Ali Adrian hanya mampu mencatat waktu 1menit 58,350 detik dan harus puas berada di posisi 12.

Balapan WSSP 300 yang berlangsung di bawah cuaca cerah, seperti biasa berlangsung sengit. Jarak antara pebalap begitu dekat. Pebalap terdepan hingga posisi 8 hanya dipisahkan waktu 1 detik.

Pada awal lomba, kondisi membuat Ali Adriansyah tidak bisa langsung attack ke depan. Apalagi, shifter pada motornya mulai bermasalah. Akhirnya ia hanya mencoba mempertahankan posisinya sebaik mungkin. Beberapa kali terjadi pertukaran posisi, Adrian juga sempat naik ke P11. Namun menjelang garis finish, di lintasan lurus, dan di saat sepeda motor membutuhkan putaran mesin yang tinggi, posisi 12 Ali Adrian direbut pebalap lain.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Ajak Anak Yatim dan 40 Konsumen Loyal Honda Buka Puasa Bersama

Hasil yang diraih Ali Adriansyah Rusmiputro di Lautsitzring menambah perbendaharaan poin menjadi 15. Posisinya pada klasemen pebalap belum berubah, berada di urutan 18 klasemen dari 42 pebalap.

Ali Adriansyah Rusmiputro akan kembali jalani kompetisi WSSP 300 di Autodromo Internacional Algarve, Portimao, Portugal pada 15-17 September 2017. Di Sirkuit Ia berharap dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi. “insya Allah, saya akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi di Portimao, doakan saya, ” pungkas Ali Adrian. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News