BALIPORTALNEWS.COM – SMK PGRI 3 Denpasar adalah satu-satunya SMK swasta di Bali yang dipercaya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1).

SK Lisensi LSP P1 yang ditandatangani oleh Ketua BNSP, Ir. Sumarna F. Abdurahman, M.Sc., itu diserahkan Kepala UPT Disdik Bali di Denpasar, Dewa Ayu Eka Putri Kariini mewakili Kadisdik Bali diterima Kepala SMK PGRI 3 Denpasar saat acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 3 Denpasar, Sabtu (6/5/2017) di Ballroom Inna Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Bali.

Dengan diraihnya Lisensi LSP P1 ini, SMK PGRI 3 Denpasar berhak melaksanakan sertifikasi kompetensi dengan ruang lingkup Kantor Depan (front office), Tata Graha (Housekeeping), Tatata Boga (Food Production), dan Tata Hidang (Food and Beverage Service).

Kasek Nengah Madiadnyana mengungkapkan rasa bangga luar biasa. Selain lulus 100 persen, sebagian besar lulusan SMK PGRI 3 Denpasar sudah diterima bekerja sebelum mereka tamat, dan SMK PGRI 3 Denpasar dipercaya sebagai LSP.

Ini menunjukkan kualitas PBM dan kompetensi keahlian yang diberikan sekolah relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Tahun ini kami melepas 667 siswa kelas XII yang lulus 100 persen. Dari jumlah itu, 486 siswa dari program keahlian Akomodasi Perhotelan dan 181 dari Program Keahlian Jasa Boga,” jelas Madiadnyana.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa dari Kasek Nengah Madiadnyana kepada orang tua diwakili Komite SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Made Rejadi, MM., serta pengalungan insinye, dan penyerahan penghargaan bagi sepuluh besar terbaik nilai sekolah dan ujian nasional.

Di antaranya, I Gusti Ngurah Juniantara Jaya (83,0), Putu Ayundika Putri Adnyani (81,7) dan Made Evi Pratiwi (80,5).

Acara  disaksikan Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum; Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd dan Wakil Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali, Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M.,M.Si.

Bahkan saat pelepasan sekolah mengadakan tracer study untuk mengetahui posisi pekerjaanya dan kecenderungan mereka setelah tamat.

Dia menegaskan, lulusannya banyak memilih bekerja sambil kuliah. Ini menunjukkan bahwa SMK PGRI 3 Denpasar pas di jalan misi SMK sebagai pencetak tenaga kerja professional.

Untuk itu Madiadnyana meminta lulusannya tak memilih-milih pekerjaan. Bahkan dia meminta lulusannya siap menggarap sektor informal di kota dan di desa. Sektor ini harus digarap sejak awal untuk menutup peluang orang asing menyapu sektor ini di pasar perdagangan MEA.

Sekolah yang meraih sertifikasi ISO 9001 : 2008 dan  sekolah rujukan nasional ini, kata Madiadnyana sejak lama dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan bermutu, berkualitas dan berpengalaman mengelola pendidikan. Guru sebagian besar berkualifikasi S2 dan berpengalaman di bidangnya serta sekolah ini juga memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

Maka, wajar SMK PGRI 3 Denpasar disebut sekolah besar, sekolah favorit dan berkualitas. Sebelum pendaftaran dibuka sekolah ini sudah menerima banyak calon siswa baru. Ini menunjukkan SMK PGRI 3 Denpasar menjadi milik rakyat Bali.

Bagi masyarakat yang ingin putra-putrinya cepat kerja, dia mengajak bergabung dengan SMK PGRI 3 Denpasar di Jalan Drupadi XVII, Dewi Tara, No. 7 Denpasar. Tahun ini sekolah akan menerima 800 calon siswa baru untuk program Keahlian Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga.

UPT Disdik Bali di Denpasar Dewa Ayu Eka Putri Kariini menyebut, SMK PGRI 3 Denpasar sudah berkontribusi besar bagi penyediaan SDM berkualitas, khususnya bidang kepariwisataan. Kepada lulusan SMK PGRI 3 Denpasar diharapkan agar mencermati era MEA, dengan mengasah menguasaan bahasa asing.

Wakil Ketua Provinsi YPLP PGRI Bali A.A Ketut Sumitra, menyebut SMK PGRI 3 Denpasar adalah sekolah milik rakyat. Ini terbukti peminat sekolah ini sangat tinggi setiap tahun. Ia sangat mendukung semua program SMK PGRI 3 Denpasar hingga menjadi sekolah bersih dan berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Bali. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

loading...