Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Bertepatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017, Sekkab Badung Wayan Adi Arnawa membuka Seminar Kebangkitan Ekonomi Bali 2017 dengan tema “Bangkit dan Jadilah Besar dengan Alternatif Pendanaan melalui Pasar Modal Indonesia” di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Sabtu (20/5/2017). Dari seminar ini, Sekkab berharap muncul wirausaha-wirausaha baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Seminar yang digelar Harian Bisnis Bali bekerja sama dengan Pemkab Badung, IDX, IWAPI, Kadin Bali, Urnaw, MegaCapital Sekuritas dan ICAF ini menghadirkan sejumlah pembicara. Di antaranya Deputi Ekonomi Mikro dan Makro Menko Perekonomian Iskandar Simorangkir sebagai keynot speaker, PH Kepala Kantor BEI Denpasar Agus Andiyasa, Ketua IWAPI Bali Dr. AAA Ngurah Tini Gorga, S.H., M.M., M.H., Head of ERO Mega Capital Sekuritas Reagy Sukmana serta pembicara dari Kadin Bali. Pesertanya berjumlah sekitar 250 orang dan berasal dari kalangan pengusaha yang bernaung di sejumlah asosiasi seperti Kadin, Iwapi, Hipmi dan peserta umum. Peserta juga berasal dari pengelola koperasi dan LPD se-Badung.

Baca Juga :  Deklarasi Mantra-Kerta Sepakat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Sekkab menyatakan, selama ini kebanyakan pengusaha hanya mengenal kredit bank sebagai sumber permodalan. “Belum banyak yang tahu bursa efek merupakan sumber pendanaan murah alternatif yang mampu mendukung pertumbuhan sebuah perusahaan,” katanya.

Karena itu, mantan Kadispenda Badung ini menyambut baik seminar yang digelar Bisnis Bali ini. Dengan tersosialisasinya pasar modal, pejabat asal Kuta Selatan ini berharap muncul wirausaha-wirausaha baru yang nantinya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya yang dibacakan Sekkab Badung menyatakan, perekonomian Bali tumbuh dan berkembang dengan pesat didukung oleh berbagai sektor, terutama sektor pariwisata yang menjadi sektor andalan selain sektor pertanian dalam arti luas dan ekonomi kreatif serta UMKM. Sektor pariwisata menjadi sektor unggulan dan motor penggerak perekonomian Bali. Namun, pertumbuhan perekonomian Bali ke depan tidak bisa dilepaskan dari percaturan dan perkembangan dunia politik, sosial dan budayanya.

Pertumbuhan ekonomi Bali sampai akhir tahun 2016 menunjukkan kinerja yang melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ekonomi Bali triwulan III 2016 tumbuh 6,17 persen. Pertumbuhan ekonomi Bali sepanjang tahun 2017 diperkirakan masih akan terus berlanjut mengalami perlambatan pada kisaran 5,1 persen hingga 5,3 persen. Angka ini sedikit di atas nasional yang berada pada kisaran 4,9-5,1 persen.

Baca Juga :  Persaingan Peserta Aksi Asia 2018 Ke Babak 10 Besar

Di sinilah pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian suatu negara. Diharapkan, melalui aktivitas pasar modal perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat luas.

Seusai seminar, BEI Denpasar juga menyiapkan pendampingan terhadap sejumlah pengusaha untuk bisa melakukan listing atau menjual sahamnya ke publik. Selain pendampingan, BEI juga mengarahkan secara teknis syarat-syarat yang harus dipernuhi untuk bisa go public. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :