Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Bertepatan dengan  Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (20/5/2017), Sekaa Taruna (ST) Widia Dharma Banjar Tengah Pecatu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -45. Hadir dalam  acara tersebut Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa , Camat Kuta Selatan, I Wayan Wirya, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, serta sejumlah  tokoh masyarakat Desa Pecatu.

Ketua panitia HUT dan juga sebagai Kelihan Sekaa Teruna terpilih  masa bakti tahun 2017-2020 melaporkan, dalam menyambut HUT Sekaa Teruna ini telah dilaksanan pemilihan pengurus dan berbagai kegiatan lomba, diantaranya  lomba mewarnai, calistung , mesatua Bali, story telling dan lomba membuat gebogan. “ Selain merayakan puncak HUT , kami anggota ST Widia Dharma juga melakukan kegiatan sosial dan sejumlah lomba bagi para siswa di Desa Pecatu,” ujarnya.

Baca Juga :  Gusde Mahendra Pimpin Sabha Yowana Desa Adat Ayunan

Sementara  Wabup Suiasa saat memberikan sambutan dicara tersebut mengatakan, perayaan HUT Ke 45 ini  merupakan momentum dalam upaya membangkitkan daya saing generasi muda untuk mengenali diri sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang berwawasan global dengan tidak mengabaikan budaya dan agama. Disamping itu Sekaa Taruna diharapkan memiliki kepekaan dalam menangkal segala bentuk acaman dan permasalahan lainya yang akan merusak moral serta tatanan budaya, sehingga generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tidak menjadi generasi koplo atau dungu.

“Intinya harus ada kewaspadaan diri dalam memfilterisasi  pengaruh budaya yang tidak sepaham dengan budaya kita. Saya mengajak sekaa taruna agar tetap mengobarkan semangat mengisi diri dengan kegiatan positif dan selalu waspadai bahaya narkoba,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut untuk memotifasi kegiatan sekaa taruna, Wabup Suiasa menyerahkan punia sebesar Rp 12 juta.

Baca Juga :  Wabup Sanjaya Sampaikan Pidato Pengantar Ranperda tentang Perubahan Perda RPJMD SB

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Badung atas perhatiannya kepada  sekaa taruna di Desa Adat karena sekaa taruna merupakan garda depan dalan menjaga dan melestarikan budaya dan agama. “Berkaitan dengan eksistensi sekaa taruna di Desa Adat Pecatu,kami selalu melibatkan dalam setiap kegiatan adat dan agama seperti dalam menyambut pujawali di Pura Uluwatu dan dalam kegiatan pembangunan lainnya. Disamping itu kami juga memberikan wadah aktivitas kepada mereka dalam bentuk pelestarian seni budaya di Paseraman  Desa Adat Pecatu,” terangnya. (humas-bdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :