BALIPORTALNEWS.COM – Kreatifitas anak muda Denpasar saat ini terus menunjukan potensi disegala bidang, tak terkecuali dibidang kuliner. Mengkemas beragam gaya tongkrongan santai sembari bersantap kuliner semakin digandrungi dan dikelola anak-anak muda Denpasar.

Salah satunya tempat tongkrongan baru kuliner yang nyaman dan asik berada disisi selatan pusat Kota Denpasar yakni Taki-Taki “Food Truck’s Shelter” tepatnya berada di kawasan Jalan Raya Sesetan, Desa Dauh Puri Kelod. Food Truck, alias ‘truk makanan’, sebagai sebuah fenomena ‘kekinian’ yang sedang menjamur dan trending saat ini.

Pada dasarnya, sebuah food truck adalah sebuah kendaraan yang telah dikaroseri atau dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat digunakan untuk menjual makanan.  Dimana bertepatan dengan hari kasih sayang (valentine) ini, Taki-Taki “Food Truck’s Shelter” diresmikan langsung oleh Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang di tandai dengan pelepasan balon ke udara, Selasa sore (14/2/2017).

“Saya sangat mengapresiasi kreatifitas anak muda dibidang kuliner kreatif seperti ini, dimana destinasi-destinasi kuliner seperti ini memang sangat di butuhkan di Denpasar, melihat food kreatif di Denpasar yang saat ini tengah berkembang. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan sebuah perorganisasian yang mengarahkan para pelaku kuliner ini agar bisa berjualan dengan baik dan terarah”, ujar Walikota Rai Mantra sembari mencicipi kuliner yang disajikan Taki-Taki “Food Truck’s Shelter”.

Baca Juga :  DPUPR Denpasar Atensi Trotoar Rusak di Jalan Melati, Terget Tuntas 3 Hari

Perorganisasian food truck’s shelter tidak hanya sebagai tempat berkumpul maupun tempat makan namun mampu menjadi sebuah tempat enterpreneur ground atau tempat anak muda untuk berkreatifitas serta bertukar pikiran sembari berinteraksi.

”Dengan harapan anak muda yang datang ketempat ini nantinya mendapat manfaat yang banyak, seperti makannya enak, perutnya kenyang dan kreatifitasnya meningkat, jadi komplit”, ungkap Rai Mantra.

Diharapkan tempat-tempat seperti ini bisa terus berkembang, tidak hanya berada ditengah kota saja, namun dapat dikembangkan  di pinggiran kota Denpasar. Sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi enterpreneurship anak muda, serta Rai Mantra minta kepala desa/lurah dimasing-masing wilayah untuk dapat mendorong tempat-tempat center anak muda seperti ini, yang tetap mengutamakan pada peningkatan kebersihan  kawasan.

Sementara Ownner Taki-Taki Food Truck’s Shelter Ni Made Mahaputri Paramitha mengatakan, Taki-Taki Food Truck’s Shelter merupakan tempat pertama yang mengumpulkan para kuliner food truck’s menjadi satu tempat.

Dengan mengusung konsep “pengisian bahan bakar perut” yang tak terlepas dari lokasi Taki-Taki Food Truck’s Shelter sebelumnya merupakan sebuah SPBU yang merupakan tempat pengisian bahan bakar kendaraan, yang menampilkan beraneka ragam kuliner Bali dan Nasional.

Baca Juga :  Bangun Sinergitas, Kanwil Kemenkumham Bali Gelar Rakor Tim Pora

Mahaputri Paramitha juga menjelaskan sejak prelaunching pada tanggal 12 Januari  lalu, Taki-Taki Food Truck’s Shelter mendapat respon yang cukup baik dengan ramainya para masyarakat untuk mencicipi kuliner yang ada disini sambil bersantai.

Dengan kisaran harga yang cukup terjangkau dari kisaran harga kuliner Rp. 7.000 sampai Rp. 50.000 saja tempat ini cukup di gemari oleh anak-anak muda. “Saat ini sudah ada 13 food truck’s yang siap menyajikan kuliner berbeda kepada para pengunjung dengan jam operasional mulai pukul 17.00 wita sampai pukul 23.00 wita setiap harinya,” ujarnya. (ays’/humasdps/bpn)