BALIPORALNEWS.COM –  Menindaklanjuti program Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran Jawa Barat (ASUP-Jabar)-Unpad Nyaah ka Jabar , Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Kuningan. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh para Bupati di tiap-tiap kabupaten.

Dalam kunjungan yang dilakukan di Pangandaran, Rektor beserta Wakil Rektor bidang Akademik dan Pembelajaran, Dr. Arry Bainus, M.A., dan Dekan Fakultas Teknik Geologi Dr. Vijaya Isnaniawardhani, Ir., M.T., bertemu Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil H. Adang Hadari di ruang kerja Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (16/2/2017). Salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu menindaklanjuti hasikl kajian analisis geologis terkait lahan yang akan dibangun menjadi kampus Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad-Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran.

Dr. Vijaya mengatakan, dari hasil kajian geologis  yang dilakukan Tim Fakultas Geologi Unpad sejak Januari 2017, sekitar 20% dari 30 ha lahan bakal kampus PSDKU Unpad-Pangandaran berpotensi untuk dibangun.

Selain membahas hasil kajian geologis, Rektor juga menjelaskan konsep pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran  yang  dirancang  untuk mengimplementasikan prinsip pendidikan transformatif.  Konsep pendidikan ini menekankan pembinaan mahasiswa secara terintergrasi antar program studi.

“Jangan sampai yang berkuliah di program studi tertentu hanya berkonsentrasi di program studi tersebut saja, mereka harus ikut memperhatikan permasalahan sosial yang ada disekitar nya. Untuk itu harus ada kurikulum yang berbeda, salah satunya menempatkan mahasiswa tahun pertama di asrama”, ujar Rektor.

Baca Juga :  Tingkatkan PDRB Melalui Buah Lokal, Pemkab Buleleng Segera Wujudkan Kerja Sama dengan Badung

Rektor menambahkan bahwa kampus PSDKU Unpad Pangandaran harus berkomitmen untuk menjadi bagian dan mengembangkan kapasitas wilayah pangandaran dan sekitarnya.  Dari catatan 102 mahasiswa yang berkuliah di kampus Unpad Pangandaran,  hanya 24 yang tercatat asli pangandaran.

“Sebetulnya ini di bawah target, dan pengelolaan ini harus kita benahi dan siapkan mulai dari sekarang . Dan dengan adaya sosialisasi dan persiapan yang baik semoga peminatan juga akan meningkat. Termasuk khusus masyarakat pangandaran kan dulu kami komitmenkan mereka semestinya mendapat beasiswa baik dari kabupaten maupun provinsi. Untuk itu tahap awalnya kami akan melukan verifikasi dahulu mahasiswa tersebut asli pangandaran atau bukan”, jelas Rektor.

Rektor juga mengucapkan banyak terima kasih atas komitmen Bupati Pangandaran terhadap pengembangan kampus Pangandaran. Menghadapi tahun kedua dan penerimaan mahasiswa baru,  Bupati telah berkomitmen memberikan tambahan sarana kampus sementara yang berada di wilayah Wonoharjo, atau sekira 3 kilometer dari kampus sementara PSDKU Unpad Pangandaran saat ini yang berada di wilayah Cikembulan.

Menanggapi pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran ini, Jeje pun mendukung penuh program tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menyelesaikan terkait status tanah yang akan segera dibangun menjadi kampus.

Usai pertemuan, Rektor Beserta rombongan melakukan peninjauan ke lokasi bakal calon kampus Unpad Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran dan di area Wonoharjo. Adapun  rangkaian  kunjungan Rektor di Kabupaten Pangandaran kemudian ditutup dengan berdiskusi bersama mahasiswa kampus Unpad Pangandaran terkait dengan fasilitas dan sarana prasarana.

Baca Juga :  Misteri Kematian Satpam Bank yang Tewas Gantung Diri di Kandang Sapi

Sementara di Kabupaten Kuningan, Rektor beserta Dr. Arry dan Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., melakukan pertemuan dengan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H., beserta para kepala Dinas di Kantor Bupati Kuningan, Jumat (17/2/2017). Rektor mengatakan, Unpad tetap berkomitmen untuk berkontribusi membangun kapasitas sumber daya manusia di Kuningan.

Hampir empat tahun pelaksanaan program afirmasi pendidikan “Unpad Nyaah ka Jabar”, telah banyak mahasiswa asal Kuningan yang berkuliah di Unpad. Rektor pun berkomitmen untuk tetap melanjutkan program afirmasi tersebut.

“Hampir 4 tahun program ini diterapkan, hasilnya sangat signifikan. Kita harapkan mereka dapat kembali dan mengembangkan kapasitas diri untuk membangun wilayah Kuningan,” kata Rektor.

Di aspek pembangunan sumber daya manusia lainnya, Rektor juga menawarkan para pegawai pemerintahan di Kuningan untuk melanjutkan studi di Unpad. Namun, Rektor menekankan, studi yang dilakukan tujuan utamanya ialah menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kuningan.

Menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks di setiap wilayah, Unpad sendiri telah mengembangkan bidang ilmu baru yang harapannya terkait kuat dengan daerah. Beberapa program studi baru di Sekolah Pascasarjana, yaitu Inovasi Regional, Manajemen Sumber Daya Hayati, dan Ilmu Berkelanjutan, diharapkan menjadi bagian untuk mendorong pengembangan wilayah.

“Sehingga nanti (para pegawai) tidak memilih program studi yang ’klasik’ lagi. Kita tawarkan prodi yang menuju ke aspek pembangunannya,” kata Rektor.

Baca Juga :  SMK Magadha dan LPK DuBrito Campus Hadir di Tampaksiring Gianyar

Pada segi pembangunan wilayah, Kuningan merupakan wilayah penyumbang Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbesar di Jawa Barat. Untuk itu, Unpad sepakat bekerja sama dengan Kabupaten Kuningan pada penguatan aspek konservasi. Ia berharap potensi konservasi yang ada di Kuningan ini jangan sampai bergeser.

“Kesadaran konservasi harus terbangun kuat,” imbuh Rektor.

Menanggapi inisasi baik Unpad, Acep Purnama mendukung penuh program Unpad Nyaah ka Jabar di Kabupaten Kuningan. Terkait konservasi, pihaknya mengaku kesulitan dalam menetapkan zona industri ramah lingkungan. Ia pun berharap Unpad bisa memberikan masukan terkait penetapan wilayah tersebut.

Di bidang tawaran studi di Unpad, Acep mengatakan, selama ini upaya pegawai dalam melanjutkan studi hanya untuk penyesuaian kepangkatan Pegawai Negeri Sipil. Dengan beragamnya prodi di Unpad yang selaras dengan pembangunan daerah, ia mendorong banyak pegawai di lingkungannya untuk melanjutkan studi di Unpad.

Usai melakukan pertemuan, Dr. Arry Bainus juga melakukan sosialisasi terkait penerimaan mahasiswa baru TA. 2017-/2018 di Unpad. Di hadapan perwakilan Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Kuningan, Dr. Arry menjelaskan mengenai mekanisme SNMPTN dan SBMPTN.

“Diharapkan kepada Kepala Sekolah dan Guru untuk menekankan, jangan sampai siswa tidak mengikuti seleksi ini. Potensi daerah pasti selalu ada, apalagi saat ini Unpad punya program afirmasi,” kata Dr. Arry. (humas-unpad/bpn)