BALIPORTALNEWS.COM – Penataan kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan pemerintah telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Dengan dikukuhkannya OPD di lungkungan Pemerintah Kota Denpasar ada beberapa beberapa pelayanan publik mengalami penyesuaian yang tak terlepas dari amanat Mendagri No. 061/2911/SJ tahun 2016, tentang Tindak Lanjut PP No 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Dalam pemantapan program pembanguan tahun 2017 ini, Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra melaksanakan rapat evalauasi program bersama seluruh Pimpinan OPD dan juga melibatkan Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar yang berlangsung selama tiga hari dari 27-29 Januari mendatang di Royal Tulip, Baturiti Tabanan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, dan Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara.

“Pelaksanaan program tak terlepas dari Visi Misi Padmaksara delapan langkah baru pembangunan Kota Denpasar dengan perubahan OPD dapat memperkuat program serta capaian taget pembangunan kedepan,” ujar Walikota Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan perubahan OPD dengan perangkat beru seperti Badan Penelitian dan Pembangunan (Badan Litbang) Kota Denpasar dapat melakukan kajian-kajian terkait capaian pembangunan serta tak terlepas dari program OPD yang tentunya tetap mengacu pada Padmaksara.

Baca Juga :  Rai Mantra Serahkan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Meliputi masalah Smart City, Kota Kreatif, Kota Kompeten, Kompetensi, dan Denpasar Bebas Kumuh 2019 tidak saja menjadi peran satu sektor OPD, namun dapat dilakukan sinergitas program bersama. Smart City tidak saja menjadi capaian program Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, namun mampu berintegrasi dengan program kemiskinan.

Seperti saat ini dengan keberadaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pendidikan dan Saber Pungli memeberikan sinergi program secara baik dimasyarakat, serta Rai Mantra minta kepada OPD melakukan penelusuran program dan permasalahan dengan evaluasi secara inklusif. Pembentukan Badan Kreatif Kota Denpasar sebagai salah satu aplikasi visi misi Padmaksara seluruh OPD dapat melakukan sinergitas program bersama dalam peningkatan ekonomi kreatif memberikan akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif serta Sumber Daya Manusia kreatif Kota Denpasar.

Terkait kompetensi dengan program bersama yang didukung pemerintah pusat memberikan jatah 35 ribu yang saat ini telah terserap secara baik, namun dapat dilanjutkan kembali dengan capaian penyerapan kompetensi yang tak terlepas dalam program Denpasar Kota Kompeten.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Siapkan Buku Panduan Untuk Wisatawan

“Keseluruh program dalam capaian visi misi Padkmaksara tidak hanya pada smart city dan penguatan ekonomi kreatif, namun juga OPD bersinergi pada keamanan dan ketertiban yang berintegrasi satu sama lain,” ujar Rai Mantra

Sementara Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara mengatakan perubahan OPD jangan sampai memberikan stagnasi program kedepan, namun dapat dilakukan evaluasi secara berkesinambungan dimasing-masing OPD secara detail. Seluruh program mengacu pada Padmaksara yang tak terlepas dari E-kinerja, kota kompetensi, smart city, kota kreatif dan Denpasar Bebas Kumuh 2019.

Ketua Panitia Rapat Evaluasi, AA Ngurah Bagus Airawata yang juga kepala Bagian Probang Setda Kota Denpasar mengatakan rapat evaluasi melibatkan seluruh OPD, Kelompok Ahli, Staf Ahli dan juga melibatkan Badan Kreatif Kota Denpasar. Berlangsung selma tiga hari yang nantinya akan merumuskan berbagai taget-target capaian program pembangunan Kota Denpasar. (pur/humaspds/bpn)