BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Badung dibawah pimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wabup. I Ketut Suiasa serta didukung oleh DPRD Kabupaten Badung sangat berkomitmen dalam upaya meningkatkan sektor pertanian di Badung. Sebagai sektor unggulan,  Bupati akan terus mensuport sektor pertanian terutamanya petani mulai dari hulu hingga hilir,  sehigga petani di badung akan bangga menjadi petani.

“Kami punya tag line menjadikan petani itu bangga menjadi petani. Untuk itu kami pemerintah akan selalu hadir memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan para petani di badung dengan konsep hulu,  tengah dan hilir,”. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta,  S.Sos saat didaulat sebagai salah satu narasumber pada acara Serasehan dalam rangkaian Peringatan 100 tahun lahirnya Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, dengan tema “Implementasi kegiatan konservasi dan agro untuk pelestarian alam dan ketahanan pangan berdasarkan kearifan lokal” di Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai,  Desa Carangsari, Sabtu (28/1/2017).

Selain Bupati Badung, ada dua narasumber lainnya selaku pembicara.  Beliau adalah Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ida Bagus Putra Pertama dan Praktisi Pertanian Wayan Supatno. Acara tersebut dihadiri pula Danrem 163/Wirasatya Kolonel Infantri I Nyoman Cantiasa, Pangdam X/Udayana diwaliki Wakil Asisten Kasdam dan  Kabintaldam, Forkompinda Badung, Keluarga Besar Puri Carangsari serta masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bertemu Pejabat Kemenparekraf, Bupati Suwirta Sampaikan Program Pengembangan Destinasi

Bupati Giri Prasta menjelaskan di bagian hulu, Pemkab Badung memproteksinya dengan penguatan infrastruktur pertanian baik itu infrasuktur bendungan termasuk saluran irigasi pertanian.

“Untuk langkah konkrit yang kami sudah lakukan sekarang yaitu memperbaiki bendungan yang ada dan saluran irigasi serta terowongannya menggunakan free cast dengan kualitas bagus dan ketahanannya cukup lama, ” imbuhnya.

Sementara, guna mengurangi alih fungsi lahan,  Pemkab Badung telah mengambil kebijakan sesuai UU No. 28 pajak bumi dan bangunan, perdesaan dan perkotaan, maka untuk lahan pertanian di kabupaten badung tidak kena pajak alias gratis. Selain itu,  Pemkab Badung juga tetap memberikan bantuan benih,  alat-alat pertanian serta bantuan modal bagi petani.

Hal yang penting lagi dimana Badung sudah mempunyai Dinas Penelitian dan Pengembangan. Melalui Litbang ini bekerjasama dengan akademisi akan melakukan penelitian misalnya tingkat keasaman tanah, kadar tanah sehingga outputnya jelas bagi petani.

Dibagian tengah,  kata Bupati Giri Prasta,  sektor pertanian akan diproteksi dengan tekhnologi. Dinas Pertanian akan membuat sebuah sistem aplikasi mengenai harga komoditi pertanian.  Dari aplikasi ini konsumen akan mengetahui harga dasar dari hasil pertanian di badung. Dengan sistem ini pula tidak akan ada lagi tengkulak yang mempermainkan harga.

Baca Juga :  Temukan Inspirasi Baru di Gramedia New Bali Gatsu

“Bila petani gagal panen, harganya tidak sesuai dengan harga pasaran, kita pemerintah akan siap mensubsidinya, ” tambah Bupati.

Sedangkan dibagian hilir, diproteksi dengan memfasilitasi dari segi pemasaran. Menurut Bupati, untuk pemasaran hasil produksi pertanian, pihaknya akan membuat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan di Kabupaten dibuat Bumda. Bupati juga akan masuk pada industri pangan dan melakukan swasembada pangan. Bupati juga mendukung adanya gerakan kembali ke desa, karena Badung menuju Desa Berdikari, desa yang mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

“Kami contohkan, pembangunan di desa dilakukan dengan swakelola dan bahan bangunannya juga dari desa tersebut. Bila tidak ada,  baru bekerjasama dengan desa yang lain. Gerakan kembali ke desa ini kami akan wujudnyatakan sehingga masyarakat kita bangga suka desa,” tambahnya. (humasbdg/bpn)