BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar, melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba dengan menyasar siswa sekolah dasar (SD) di Denpasar.

“Sosialisasi bahaya narkoba ini pantas didukung. Dengan adanya kegiatan seperti sosialisasi dan penyuluhan rutin itu, para generasi penerus bisa terbebas dari bahaya narkoba yang bisa merusak masa depan,” ucap Kabid Pembinaan Pendidikan SD Disdikpora Kota Denpasar, Ketut Sudana, Jumat (27/1/2017).

Menurutnya, sosialisasi menjadi salah satu cara untuk mengajak semua pihak berperan aktif dalam upaya P4GN di Kota Denpasar, khususnya di lingkungan pendidikan untuk menjaga anak didik agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

‘’Jika bahaya narkoba tidak dikenalkan sejak dini, dan jika peredaran narkotika tidak diberantas dari sekarang, maka lihat lima atau sepuluh tahun yang akan datang, seperti apa generasi muda kita nantinya,’’ ucapnya.

Sudana berharap BNNK Denpasar dapat selalu mengadakan sosialisasi seperti ini baik kepada siswa juga kepada guru-guru SD. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para pelajar memiliki sikap terampil untuk menolak penyalahgunaan narkoba guna menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba yang sekarang sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Kembangkan Jaringan, NET89 Beri Edukasi Kepada Member

“Orangtua dan para guru patut waspada dengan perkembangan jenis-jenis narkoba yang ada pada saat ini yang dikemas dalam berbagai macam produk yang banyak disukai oleh anak-anak baik itu bentuk kue, permen ataupun narkoba model hisap,” ujarnya mengingatkan.

Menanggapi laporan yang diterima BNNK Denpasar terkait siswa SD yang sudah mulai mengkonsumsi rokok elektrik, Sudana menegaskan, Disdikpora Kota Denpasar bersama BNNK Denpasar akan serius menyelidiki laporan ini. Menurutnya, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan terkait hal tersebut.

Namun, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan UPT Disdikpora Kecamatan dan meminta sekolah memperketat pengawasan terhadap para siswa, bahkan kalau perlu dilakukan razia tas sekolah.

Menurutnya, tak hanya kelalaian sekolah tapi juga orangtua dan masyarakat dinilai bertanggungjawab sehingga menyebabkan anak bisa dengan mudah mengkonsumsi rokok elektrik. (tis/bpn; foto : google.com)