BALIPORTALNEWS.COM – Rabu 23 November 2016 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lombok Barat dan Karangasem Bali. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 23.21.33 WIB dengan kekuatan M=4,7 Skala Richter. Episenter terletak pada koordinat 8,45 LS dan 115,93 BT, tepatnya di Selat Lombok pada jarak 23 km arah baratlaut Kota Mataram pada kedalaman 24 km.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Ampenan, Rembiga, Tanjung, dan Sengigi, dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III-IV MMI). Sementara di Karangasem, Culik, Kubu, dan Manggis, guncangan dirasakan dalam skala intensitas  II SIG BMKG (III MMI). Menurut laporan, di Kota Mataram Lombok Barat guncangan gempa bumi ini dirasakan sangat kuat oleh banyak orang, hingga warga yang belum tidur berhamburan keluar rumah.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Peta tektonik Bali-Lombok menunjukkan bahwa di sebelah utara Pulau Lombok dan Bali terdapat struktur sesar naik yang merupakan terusan dari Sesar Naik Flores (Flores Thrust) dari timur. Sesar ini sangat aktif dalam membangkitkan gempa-gempa dangkal di Lombok dan Bali. Namun demikian untuk memastikan gempa bumi ini dipicu aktivitas sesar naik Flores yang jalurnya hingga di utara Lombok dan Bali memang perlu dilakukan kajian lebih lanjut. 

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 24.00 WIB belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat pesisir pantai Lombok Barat dan Karangasem Bali dihimbau agar tetap tenang, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.***