BALIPORTALNEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap gemerincing dolar yang dihasilkan dalam sektor pariwisata juga dapat dinikmati oleh para petani. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pastika menggugah kepedulian para pelaku pariwisata khususnya pengelola hotel agar lebih banyak memanfaatkan produk yang dihasilkan petani lokal. Harapan tersebut disampaikan Pastika pada peringatan Hari Pariwisata Dunia Tahun 2016 yang berlangsung di Kharisma Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Sabtu (1/10/2016).

Menurut Pastika, keprihatinan terhadap kondisi sektor pertanian telah begitu banyak diungkapkan para pemerhati. Mereka berpendapat, sektor pertanian terancam karena makin tak diminati.

“Saya juga prihatin karena pertanian makin ditinggalkan. Alasannya karena bertani itu terkesan kotor, kurang bergengsi dan tak menjanjikan. Coba tanya, mana ada orang tua yang ingin anaknya jadi petani,” ujarnya.

Pada sisi lain, muncul anggapan bahwa pariwisata menjadi salah satu pemicu makin surutnya sektor pertanian. “Anak-anak muda kita lebih tertarik untuk bekerja di hotel daripada menekuni bidang pertanian,” imbuhnya. Alhasil, sektor pertanian makin ditinggalkan dan alih fungsi lahan pun tak terelakkan.

Baca Juga :  BPBD Denpasar Siap Siaga Hadapi Musim Penghujan

Tentu saja kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kata Pastika,ungkapan keprihatinan dan terori saja tidaklah cukup untuk membangkitkan sektor pertanian. Perlu langkah-langkah konkrit yang melibatkan semua pihak, khususnya pelaku pariwisata. Terkait dengan hal itu, Gubernur Pastika mengapresiasi lagkah konkrit yang dilakukan Yayasan Tri Hita Karana (THK).

Melalui sejumlah programnya, yayasan ini telah berupaya menjembatani kepentingan para petani dengan pengelola hotel maupun restoran. Upaya tersebut antara lain tercermin dari keterlibatan para petani dalam peringatan Hari Pariwisata Dunia Tahun 2016 yang digagas Yayasan THK. "Saya menyambut positif gagasan pihak panitia yang menjadikan momentum peringatan Hari Pariwisata Dunia untuk mempertemukan para petani dan perajin dengan pengelola hotel serta asosiasi pariwisata,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan semacam ini lebih sering digelar untuk mensinkronkan kepentingan para petani dan pengelola akomodasi pariwisata. Dengan demikian, dia optimis akan lebih banyak lagi produk petani lokal yang terserap dalam industri pariwisata. Pastika menambahkan, selain menguntungkan secara ekonomis, pemanfaatan produk lokal berkaitan pula dengan kesehatan. Karena menurut Pastika, belakangan petani lokal telah banyak yang membudidayakan produk organik. “Dan yang pasti bebas dari pengawet,” tandasnya.

Baca Juga :  Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Dibuka

Ke depannya, Pastika mendorong adanya komunikasi lebih intensif antara para petani dengan manajemen hotel. "Sehingga para petani mengetahui standar kebutuhan hotel. Sebaliknya, pihak hotel juga tahu apa yang diinginkan oleh para petani," bebernya. Selain mengutamakan produk lokal, dia juga minta  pihak hotel mendatangkan ahli bidang pertanian untuk memberi pembinaan bagi para petani.

Pada bagian lain, Pastika menekankan pentingnya penerapan teknologi di bidang pertanian. Dia berkeyakinan, penerapan teknologi akan membuat sektor ini makin diminati. "Penerapan teknologi akan mengurangi resiko panas, kotor dan tentunya dapat melipatgandakan produksi," ucapnya.

Baca Juga :  Bersama Minum Racun, Suami Tewas, Istri Berhasil Diselamatkan

Sementara itu Ketua Panitia Peringatan Hari Pariwisata Dunia Tahun 2016 I Gusti Ngurah Wisnu Wardana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi peran yang lebih signifikan bagi sektor pariwisata untuk mendukung kemajuan bidang ekonomi, social hingga politik. Khusus untuk Bali, pihaknya menjadikan momentum peringatan Hari Pariwisata Dunia untuk mendorong keterlibatan para petani dan perajin.

“Kita harapkan kegiatan ini mampu mendorong interaksi positif antara pelaku pariwisata dengan para petani dan perajin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” imbuhnya.

Peringatan Hari Pariwisata Dunia Tahun 2016 dihadiri oleh asosiasi dan stake holder pariwisata. Gubernur Pastika yang didampingi Karo Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dan Inspektur Provinsi Bali Drs. I Ketut Teneng juga sempat meninjau pameran yang diikuti sejumlah kelompok tani dan perajin. (r/humas pemprov bali/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini