BALIPORTALNEWS.COM Ummu Khadijah (61), sangat bersemangat ketika berada di tengah-tengah puluhan anak yatim di Panti Asuhan Yayasan Media Kasih yang dibimbingnya di Jalan Larinda, Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Ustadzah bernama asli Nurul Arifin dan sudah memiliki 6 cucu ini, seperti tak menghiraukan dirinya yang sudah memasuki usia senja.

Ia mengajak bernyanyi dengan irama yang merdu kepada semua anak-anak panti asuhannya dengan ekspresif. Semua anak pun tampak senang dan ikut berdendang bersamanya.

Namun syair dendang irama yang dinyanyikan Ummu Khadijah dan puluhan anak panti asuhan binaannya, itu bukan syair biasa.

Semuanya merupakan ayat-ayat suci Alquran.

Menurut Ummu, metode yang diterapkannya ini sangat efektif untuk membuat anak-anak dapat menghafal Alquran dengan cepat.

Metodenya disebut metode Tamyiz yang dikenal sebagai cara cepat dalam menghafal Alquran dan terjemahannya, hanya dalam beberapa hari saja.

"Cara atau metode ini sebenarnya dengan menggunakan otak kanan, melalui nada dan irama. Dengan begitu maka menjadi cepat hafal dan tidak akan bisa hilang, karena sudah masuk sampai ke dalam hati terdalam," kata Ummu, kepada Warta Kota, Jumat (9/9/2016).

Menurut Ummu, metode Tamyiz sebagai cara cepat menghafal Alquran bukanlah metode baru.

Metode ini di temukan pada 2010, oleh Kiayi Anas Tamyiz pimpinan Bayt Tamyiz di Indramayu.

Karena dianggap metode ini sangat baik, metode Tamyiz sudah di sahihkan oleh Rektor Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, DR Sakho, sebagai cara belajar praktis.

Meski begitu, kata Ummu, belum banyak pendidik agama yang menerapkannya dan memakainya.

Padahal metode ini sangat ampuh membuat anak menghafal ayat Alquran berikut terjemahannya.

Bahkan, Ummu sendiri mengaku baru menerapkan metode Tamyiz di Panti Asuhan yang dibinanya itu, sejak Februari 2016 lalu.

"Jadi baru sekitar 6 bulanan saja metode ini diterapkan di panti asuhan kami. Namun dampaknya sudah sangat terasa dan sangat baik. Anak-anak jauh lebih cepat hafal Alquran," kata Ummu.

Bahkan katanya dalam Wisuda Akbar Hafal Qur'an anak-anak Panti Asuhannya di Masjid Istiqlal pada tanggal 15 Mei 2016.

Metode ini dianggap memiliki peran sangat baik membuat anak-anak dapat menghafal Alquran.

Dalam wisuda akbar itu, kata Ummu, dihadiri pula oleh Pimpinan Masjid Istiqlal DR KH Muzammil Basyuni dan sejumlah tokoh Islam lainnya.

"Saya inginnya semua lapisan masyarakat ikut belajar Tamyiz, dan bukan anak-anak saja. Mulai dari artis sampai negarawan harus mencoba metode ini, karena sangat mudah," kata Ummu.

Menurut Ummu, ia bisa menggunakan metode Tamyiz setelah sebelumnya sempat belajar metode ini di Bayt Tamyiz.

Kini ia ingin menularkan metode ini ke semua orang tak terkecuali siapapun dan bukan hanya anak-anak saja.

"Saya maunya seperti itu jika ada kesempatan," katanya.

Bahkan kata Ummu ada anak asuhnya yakni Habibah yang bisu sejak lahir namun secara mengejutkan bisa menghafal Qur'an dan terjemahannya dengan metode ini.

Habibah, kata Ummu, adalah salah satu siswa anak panti asuhannya yang diwisuda di istiqlal karena hafal Alquran.

"Awalnya saya pakai metode ini ke Habibah yang bisu dengan bahasa isyarat. Sekarang karena hafal Alquran, sedikit demi sedikit, ia sudah bisa bicara," kata Ummu.

Karena dedikasi Ummu selama puluhan tahun sebagai pengajar dan pembina anak-anak, akhirnya Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) akan memberikan penghargaan kepadanya pada 22 September mendatang.

Pemberian penghargaan akan dilakukan di Pantai Asuhan Yayasan Media Kasih di Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang dan direncanakan dihadiri Camat Tangerang. (r/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini