BALIPORTALNEWS.COM – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, sejak tahun 2013 Indonesia sudah sudah dinyatakan darurat kejahatan seksual. Korban kejahatan seksual yang ada di Indonesia sebanyak lebih dari 21,6 Juta.

‘’Dan yang paling banyak menjadi korban kejahatan seksual adalah anak-anak. Dimana dari total keseluruhan kekerasan seksual sebanyak 58 % korbanya adalah anak-anak. Dan ini terdapat di 34 Provinsi dan 179 kabupaten/kota,’’ ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, seusai mengisi seminar nasional ‘’Membangun Generasi Platinum Berkarakter’’ yang diselenggarakan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kementetian Kesehatan RI Di Auditorium Poltekkes Makasar, belum lama ini.

Arist menyebutkan, angka kekerasan pada anak terus meningkat baik untuk kejahatan seksual, kejahatan fisik maupun kejahatan lainya yang korbanya adalah anak-anak yang masih berumur dibawah 18 tahun. Apalagi kekerasan tersebut terjadi dimana-mana, di lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat bahkan di lingkungan keluarga.

Oleh karena itu menurut Arist peran masyarakat sangat penting dalam membantu memutus mata rantai kejahatan pada anak. Dia mengimbau agar forum perlindungan perempauan dan anak tidak hanya diadakan di kota-kota, akan tetapi juga diadakan di desa-desa bahwa sampai tingkat RT/RW. Hal ini diharapkan agar kekerasan pada anak tidak menjadi fenomena gunung es yang terlihat hanya pucuknya saja.

“Forum-forum perlindungan anak sangatlah penting, dan ini tidak hanya diadakan di kota-kota saja tetapi juga harus diadakan sampai di tingkat RT/RW kalau perlu agar tidak seperti fenomena gunung es dimana yang terlihat hanya pucuknya saja. Yaitu yang melapor lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak melapor,’’ ungkap arist.

Arist Merdeka Sirait juga sempat bertandang ke redaksi Harian FAJAR Makassar, Jumat 23 September malam ini. Arist pun berterima kasih bisa diterima langsung oleh jajaran Manajemen Redaksi Harian FAJAR.

Diapun menyempatkan untuk sharing atas maraknya kasus kekerasan anak di Sulsel. Apalagi Sulsel masuk urutan ke delapan kasus kekerasan anak dari 34 provinsi di Indonesia.

“Banyak kasus-kasus kekerasan anak dengan jenis apapun yang ada di Sulsel. Kita ingin memutus mata rantai pada kekerasan anak di Sulsel makanya saya ingin sharing lebih jauh masalah ini,” pungkasnya. (r/tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini