BALI-PORTAL-NEWS.COM – Untuk medidik kader – kader dan meningkatkan kualitas SDM di bidang pertahanan yang akan dipersiapkan sebagai calon pemimpin handal dimasa yang akan datang diperlukan institusi yang mewadahi pendidikan di bidang pertahanan mendukung sistem pertahanan nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut Universitas Pertahanan yang beralamat di Komplek IPSC Sentul Bogor melakukan menawarkan kerjasama dengan Pemkot Denpasar.

KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Pertahanan yang diwakili Letjen TNI I Wayan Midhio saat melakukan audiensi ke kantor Walikota Denpasar yang diterima langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara didampingi Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta beserta sejumlah SKPD dilingkungan Pemkot Denpasar, Rabu (27/7/2016).

Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI I Wayan Midhio, dalam perkenalannya mengatakan universitas yang dipimpinnya berada dibawah naungan Kementrian Pertahanan RI dan telah berdiri sejak 2009. Kami membuka diri kepada seluruh lapisan masyarakat, tak memandang latar belakang pendidikannya. Asalkan punya semangat belajar dan telah lulus S1 dengan IPK minimal 3,00. Sementara untuk TNI minimal pangkat Kapten/AKP dan khsusus Prodi Strategi Perang Semesta pendaftar minimal berpangkat Kolonel.

Baca Juga :  Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani Pemulangan 4.960 Pekerja Migran Indonesia

Adapun penerimaan mahasiswa baru di tiap tahun ajarannya dimulai periode bulan Februari hingga April dengan proses belajar mengajar akan berjalan setahun dengan proses penempuhan Tesis diambil selama 2 semester. Setelah selesai menempuh pendidikan akan diberikan sertifikat Madya Kader, Kader Intelektual selain juga Ijasah gelar S2.

“Universitas Pertahanan merupakan program beasiswa S2 (Scholarship Program) memiliki beberapa fakultas diantaranya Fakultas Strategi Pertahanan yang terdiri dari Prodi Strategi Perang Semesta, Prodi Peperangan Asimetris, Prodi Diplomasi Pertahanan, Prodi Strategi dan Kampanye Militer, Prodi Strategi Pertahanan Darat, Prodi Strategi Pertahan Laut dan Prodi Strategi Pertahanan Udara. Fakultas Manajemen Pertahanan terdiri dari Prodi Manajemen Pertahanan, Prodi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan Prodi Ekonomi Pertahanan dan yang terakhir Fakultas Keamanan Nasional dengan Prodi Kemananan Maritim, Prodi Ketahanan Energi dan Prodi Damai dan Resolusi Konflik. Tahun depan pun kami berencana membuka Prodi yang berkaitan dengan teknologi” ujar Wayan Midhio.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenkumham Bali Ikuti Medical Check Up dan Rapid Test

Lebih lanjut Wayan Midhio mengatakan dalam proses pembelajarannya, Universitas Pertahanan bekerjasama dengan beberapa pihak baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama luar negeri antara lain dengan Cranfield University UK, Nanyang University, RSIS (Rajaratman School of International Studies) dan US National Defence University (US NDU) sementara ada pula kerjasama dengan beberapa universitas nasional dan badan- badan seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara menyambut positif kedatangan perwakilan Universitas Pertahanan. “Suatu kehormatan dan secara pribadi saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Rektor Universitas Pertahanan. Pendidikan dibidang pertahanan sangat penting dalam menghadapi tantangan dimasa depan. Sebaiknya pendidikan semacam ini nantinya lebih banyak ditujukan kepada Kades Lurah agar nantinya mereka lebih mempunyai strategi dalam memahami dan mengetahui potensi wilayah.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Maksimalkan Kinerja Tim Smart City

Selain itu pendidikan pertahanan ini juga sangat tepat digencarkan di ranah politik. Dimana nantinya akan sangat bagus apabila Parpol mewajibkan kadernya menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan sebelum mencalonkan diri di Pilkada. Tentu tujuannya agar saat menjalankan amanah rakyat nanti mereka paham ilmu pertahanan negara yang bisa diaplikasikan saat menajalnkan tugas. “Namun semuanya harus dipelajari lebih mendalam lagi apabila ingin menerapkannya kepada para Kades/Lurah, melihat persyaratan minimal memiliki ijasah S1. Namun secara garis besar ini merupakan suatu langkah positif dan Pemkot Denpasar akan mempelajari dan menindaklanjuti butir- butir kerjasama ini”. ujar Jayanegara.

Sumber : Esa Humas Dps
Editor : Putu Tistha