BALIPORTALNEWS.COM – Pandemi Covid-19 melanda seluruh negeri di belahan dunia termasuk Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit menular yang sangat cepat menyebar. Kondisi ini menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Rumitnya penanganan wabah ini karena belum ditemukannya obat untuk penyembuhan bagi penderitanya. Hal ini membuat pemerintah menerapkan kebijakan ketat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Menurut informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui website resminya www.diskes.baliprov.go.id Kasus baru virus corona Covid-19 di Bali mengalami kenaikan pada akhir Juni 2021. Jumlahnya hanya sekitar 30-40 kasus per hari pada awal dan pertengahan bulan. Angkanya lantas tembus 100 kasus dalam beberapa hari terakhir.
Data Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan, pertambahan kasus corona mencapai 155 orang pada 19 Juni 2021. Sehari setelahnya, kasus corona di Bali bertambah lagi sebanyak 106 orang. Jumlah kasus corona baru di Bali pun mencapai 127 orang pada akhir bulan Juni 2021 dan diyakini akan terus meningkat hingga awal Juli 2021. Untuk itulah, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali tidak dapat di elakan lagi.
Dengan berlakunya PPKM ini di Bali maka, pembelajaran tatap muka yang semula rencananya akan dimulai pada tahun pelajaran baru 2021/2022 terpaksa harus tetap dilakukan secara daring sepenuhnya. Hal ini tentu menimbulkan rasa gelisah dan kecewa bagi kaum pelajar yang sudah mempersiapkan diri mereka untuk pembelajaran tatap muka yang tinggal menghitung hari.
Sebagai tenaga pengajar dan pendidik, saya sangat paham apa yang dirasakan oleh peserta didik saya. Terlebih bagi mereka khususnya yang merasakan belajar dengan metode daring akan menyulitkan mereka memahami pelajaran. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakan pelajaran Matematika adalah salah satu pelajaran yang sulit dipelajari secara online.
Fakta samacam ini tentu saja membuat saya sebagai guru matematika merasa harus ikut bertanggung jawab dan memikirkan beberapa upaya untuk mengatasi masalah ini. Sebagai masyarakat yang taat hukum, tentu saja saya tidak bisa memaksakan diri untuk mengajar peserta didik secara langsung (tatap muka) dan melanggar peraturan pemerintah. Hal ini justru akan berdampak tidak baik pada images saya sebagai panutan bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pastinya guru perlu menggunakan berbagai tool-tool pembelajaran yang bervariatif karena mengaktifkan peserta didik untuk ikut belajar selama PJJ tidak semudah saat pembelajaran tatap muka. Posisi yang tidak satu tempat antara guru dan peserta didik menjadi kendala tersendiri, maka tentunya perlu banyak media yang digunakan untuk memastikan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran.
Beberapa cara terpikir untuk mengahadapi kasus seperti ini pada peserta didik khususnya dalam memahami materi dalam pelajaran Matematika di masa pandemi melalui metode daring. Beberapa diantaranya adalah dengan membuat video pembelajaran yang menarik, misalnya dengan melibatkan gambar animasi atau warna- warna cerah terkait materi ajar lalu dibagikan kepada peserta didik. Atau kita juga bisa mengajar layaknya mengajar langsung di dalam kelas menggunakan flatform mengajar yang sudah semakin canggih saat ini. Salah satu yang dapat digunakan google meet dengan berbantuan google jamboard.
Google Jamboard adalah salah satu aplikasi yang dikembangkan google yang merupakan papan tulis digital. Layaknya sebuah papan tulis konvensional, jamboard ini bisa digunakan untuk media dalam menjelaskan materi pembelajaran dengan menulis materi, menambah gambar dan informasi lainnya. Selain itu bisa juga mengajak peserta didik untuk interaktif dan berkolaborasi selama pembelajaran terutama saat tatap maya dengan peserta didik. Guru dapat mengajak peserta didik untuk membuat sketsa ide, memecahkan masalah atau menggambar secara kolaboratif dan sinkron.
Setelah digunakan dalam pembelajaran selama tatap maya dengan peserta didik, maka hasil pekerjaan peserta didik dapat tersimpan secara otomatis di google drive akun guru. Sehingga hal ini memudahkan guru untuk mendokumentasi hasil pembelajaran dan link nya bisa dishare di google classroom. Google Jamboard ini bukan saja sebagai sarana mengajar guru namun dapat bermanfaat sebagai sarana belajar peserta didik.
Pada intinya adalah kita sebagai tenaga pendidik tidak boleh patah semangat dalam menerapkan strategi mengajar. Bagaimanapun kondisinya, bagaimanapun sulitnya kita tetap harus memikirkan kepentingan peserta didik kita. Kita bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan nafkah, melainkan juga tugas kita sebagai seorang profesional yang mengabdi kepada negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh : Ni Kadek Suryantini, M.Pd., Guru SMP Negeri 11 Denpasar













