
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memulai pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (17/7/2026) lalu.
Program yang merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ini mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas desa.
Tahun ini, Tim PPK Ormawa HMJ Pendidikan Dasar FIP Undiksha mengangkat tema “Pemberdayaan Krama Subak untuk Konservasi Pohon Wingin Berbasis Budaya dan Spiritual Desa Tegallinggah” sebagai upaya membangun desa konservasi sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana berbasis kearifan lokal Subak.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa serta masyarakat. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya kerusakan saluran irigasi akibat longsor, belum tersedianya peta kawasan rawan bencana, rendahnya kesadaran pengelolaan lingkungan, belum terbentuknya kelembagaan tangguh bencana berbasis Subak, hingga menurunnya debit air yang berdampak terhadap sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim PPK Ormawa HMJ Pendidikan Dasar FIP Undiksha, Ni Putu Sastra Pramedia, mengatakan program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan desa.
“Harapan kami, program JAGAT dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tegallinggah serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa konservasi dan tangguh bencana berbasis Subak,” ujarnya.
Melalui program JAGAT (Jaga Gumi Ajeg Tangguh Bencana), tim mahasiswa menghadirkan enam inovasi utama, yakni:
- JAGAT Kerti, rehabilitasi saluran irigasi dan konservasi pohon wingin.
- JAGAT Rachana, pemetaan wilayah rawan longsor berbasis teknologi.
- JAGAT Widya, edukasi dan literasi lingkungan bagi masyarakat.
- JAGAT Amerta, pembentukan kelompok yang terintegrasi dengan anggota Subak.
- JAGAT Toya, sistem pemantauan debit air berbasis Internet of Things (IoT).
- JAGAT Sekaa, merupakan pembentukan alumni dari program JAGAT.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sistem Subak di Desa Tegallinggah.
Peluncuran program dihadiri oleh jajaran Universitas Pendidikan Ganesha, dosen pembimbing, Koordinator Penanggung Jawab PPK Ormawa Undiksha, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan, Ketua Jurusan Pendidikan Dasar, dosen FIP Undiksha, perwakilan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Pemerintah Desa Tegallinggah, pengurus Subak, PKK, Karang Taruna, serta berbagai mitra lainnya.
Pemerintah Desa Tegallinggah menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya desa dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat sistem Subak, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan dampak berkelanjutan bagi pembangunan Desa Tegallinggah, sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di Kabupaten Buleleng.(adv/bpn)












