Sekolah Vokasi Terbesar di Bali, SMK PGRI 5 Denpasar Tutup MPLS dengan Pesan Bijak Bermedia Sosial
Sekolah Vokasi Terbesar di Bali, SMK PGRI 5 Denpasar Tutup MPLS dengan Pesan Bijak Bermedia Sosial. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMK PGRI 5 Denpasar resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menegaskan komitmen membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter melalui penguatan keadaban digital.

Penutupan MPLS dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., didampingi Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, SE., MM., M.Pd., memberikan pembekalan kepada ratusan peserta didik baru.

Dalam sambutannya, Eddy Mulya menyampaikan bahwa SMK PGRI 5 Denpasar merupakan salah satu sekolah vokasi favorit sekaligus pilihan utama masyarakat di Bali. Menurutnya, berakhirnya MPLS menjadi tahapan penting bagi siswa baru untuk memasuki proses pendidikan yang sesungguhnya.

“SMK PGRI 5 Denpasar telah menyelesaikan satu etape penting, yaitu penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Sekolah ini kita sepakati menjadi percontohan dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dengan mengangkat tema khusus keadaban digital,” ujarnya Jumat (17/7/2026).

Baca Juga :  Sekda Eddy Mulya Berikan Edukasi Sekolah Aman dan Nyaman kepada Peserta MPLS SMP PGRI 2 Denpasar

Ia menjelaskan, keadaban digital menjadi kemampuan yang wajib dimiliki generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan secara bijak, beretika, serta sesuai kebutuhan agar memberikan manfaat bagi peningkatan pengetahuan maupun keterampilan.

“Kalau teknologi digital dimanfaatkan dengan baik, maka akan memberikan banyak hikmah dan manfaat. Sebaliknya, jika tidak digunakan secara bijak, justru akan membawa kita pada hal-hal yang kurang baik,” katanya.

Menurut Eddy Mulya, penerapan keadaban digital juga menjadi benteng agar peserta didik tidak mudah terpengaruh hoaks, informasi menyesatkan, maupun berbagai promosi di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mencontohkan, pemahaman mengenai etika digital dapat diterapkan dalam aktivitas sederhana di lingkungan sekolah, seperti pembuatan twibbon MPLS yang memiliki aturan dan tujuan tertentu. Pemahaman tersebut diharapkan membuat siswa mampu menyesuaikan penggunaan media digital sesuai konteks dan etika yang berlaku.

“Yang disebut keadaban digital adalah bagaimana kita menggunakan teknologi secara bijak dan memahami bahwa setiap kebutuhan memiliki aturan dan tampilannya masing-masing. Ini menjadi pekerjaan besar bagi sekolah untuk terus membimbing peserta didik,” jelasnya.

Sebagai Ketua PGRI Bali, Eddy Mulya juga mengapresiasi prestasi SMK PGRI 5 Denpasar yang kembali mencatat jumlah peserta didik baru terbanyak untuk jenjang SMK di Bali.

Baca Juga :  Tahun Ajaran Baru, Jumlah Guru SDN 6 Bhuana Giri Kini Lebih Banyak dari Murid

Ia mengungkapkan, pada tahun ajaran ini SMK PGRI 5 Denpasar menerima 894 siswa baru, angka yang menurutnya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah tersebut.

“Bayangkan, ada 894 siswa baru. Ini jumlah yang fantastis dan menjadi yang terbesar di Bali untuk pendidikan vokasi tingkat SMK. Ini bukti bahwa masyarakat sangat mencintai SMK PGRI 5 Denpasar,” katanya.

Eddy berharap, dalam tiga tahun ke depan seluruh siswa mampu menguasai kompetensi, keterampilan, serta karakter yang dibutuhkan dunia kerja sehingga siap bersaing secara profesional.

“Saya ingin alumni SMK PGRI 5 Denpasar menjadi orang-orang sukses, menjadi anak-anak hebat Indonesia yang mampu bersaing secara kompetitif dan memanfaatkan teknologi secara bijak melalui penerapan keadaban digital,” pungkasnya.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News