
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Bali kembali menggelar BRI REI Expo 2026 yang akan berlangsung pada 4–12 Juli 2026 di Living World Denpasar. Mengusung tema “Bangun Rumah, Bangun Masa Depan”, pameran properti ini menghadirkan beragam promo pembelian rumah sekaligus menjadi momentum mempertemukan pengembang, perbankan, dan masyarakat yang ingin memiliki hunian.
Sebanyak 17 pengembang properti akan berpartisipasi dalam pameran tersebut, didukung tiga mitra usaha yang bergerak di bidang pendukung sektor perumahan. Panitia menargetkan nilai transaksi selama sembilan hari penyelenggaraan mencapai Rp50 miliar, meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp40 miliar.
Ketua Panitia Rakerda REI Bali, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya, mengatakan selain pameran properti, rangkaian kegiatan juga akan diisi pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI Bali pada 8 Juli 2026 di Quest Hotel San Denpasar.
Rakerda tahun ini mengusung tema “Propertinomic 2.0: Kolaborasi Properti untuk Akselerasi 3 Juta Rumah” dan akan diikuti 61 anggota DPD REI Bali bersama berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi, serta pengurus REI tingkat nasional.
“Rakerda ini akan membahas tiga poin penting, yakni evaluasi internal organisasi, penyusunan program kerja, serta pokok-pokok pikiran yang nantinya akan menjadi rekomendasi bagi organisasi maupun pemerintah,” jelas Ananta.
Ia menambahkan, pembukaan expo pada 4 Juli akan dimeriahkan penampilan penyanyi nasional Dudy Oris, sedangkan acara penutupan pada 12 Juli menghadirkan grup musik Crazy Horse.
Koordinator BRI REI Expo 2026, Arip Hendra, menjelaskan tema “Bangun Rumah, Bangun Masa Depan” dipilih karena rumah memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar tempat tinggal.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga. Kami ingin menghadirkan rumah yang nyaman sekaligus menjadi pondasi tumbuh kembang keluarga. Selain itu, rumah juga merupakan instrumen investasi karena nilainya cenderung terus meningkat,” ujarnya, dalam konferensi pers BRI REI Expo 2026 pada Selasa (30/6/2026) di Sekretariat REI Bali.
Selama expo, masyarakat akan memperoleh berbagai kemudahan dari pengembang, mulai dari uang tanda jadi hanya Rp1 juta, gratis biaya administrasi KPR, hingga berbagai bonus menarik sesuai program masing-masing developer.
Menurut Arip, sekitar 1.500 unit rumah akan dipasarkan, terdiri dari sekitar 1.000 unit rumah subsidi dan 500 unit rumah komersial yang tersebar di berbagai wilayah Bali.
“Pilihan rumah sangat beragam, baik dari sisi harga maupun lokasi. Target transaksi tahun ini kami tetapkan Rp50 miliar. Kami tetap optimistis meskipun kondisi ekonomi sedang penuh tantangan,” katanya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan expo bukan semata mengejar penjualan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengembang yang tergabung dalam REI Bali.
Sekretaris Jenderal DPD REI Bali, Ketut Sony Sasana, mengatakan penyelenggaraan expo merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung kepemilikan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor properti memiliki efek berganda yang besar karena melibatkan banyak industri pendukung dan pelaku UMKM.
“Expo ini menjadi ajang bertemunya pengembang dengan masyarakat. Kami ingin membantu masyarakat memperoleh hunian sekaligus mempermudah akses pembiayaan melalui kerja sama dengan BRI,” ujarnya.
Sony menilai kondisi pasar properti Bali masih menunjukkan tren positif. “Ekonomi Bali baik-baik saja. Penjualan rumah subsidi, komersial maupun vila masih bergerak. Kami tetap optimistis karena kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih tinggi,” katanya.
Ia juga menegaskan REI terus berupaya menghadirkan rumah dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya bagi generasi muda, tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Sebagai mitra utama penyelenggaraan expo, BRI menghadirkan berbagai promo pembiayaan yang dirancang mempermudah masyarakat memiliki rumah.
Dept Head Secure Loan BRI Regional Denpasar, Rizky Bachtiar, mengatakan selama penyelenggaraan expo, BRI memberikan suku bunga KPR spesial mulai 1,75 persen fixed satu tahun, jauh lebih rendah dibanding suku bunga reguler.
“Khusus untuk REI Expo kami memberikan bunga 1,75 persen fixed satu tahun. Selain itu kami membebaskan biaya provisi dan administrasi, serta memberikan potongan premi asuransi jiwa hingga 30 persen,” jelasnya.
BRI juga menyiapkan layanan instant approval selama expo berlangsung. Tim analis kredit akan berada di lokasi untuk membantu masyarakat mengetahui kemampuan pembiayaan secara langsung.
Selain layanan KPR, BRI turut menghadirkan berbagai anak perusahaan seperti BRI Finance, BRI Life, dan Pegadaian sehingga pengunjung juga dapat memperoleh informasi pembiayaan kendaraan hingga investasi emas.
Rizky menambahkan, minat generasi muda terhadap kepemilikan rumah terus meningkat.
“Sekarang banyak anak muda yang sudah mulai sadar bahwa rumah merupakan investasi jangka panjang. Kami melihat permohonan KPR dari usia 21 tahun ke atas terus bertambah,” ujarnya.
Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi persetujuan kredit bukan semata usia, melainkan kemampuan membayar serta riwayat kredit calon debitur.
DPD REI Bali mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan mengunjungi BRI REI Expo 2026 yang berlangsung pada 4–12 Juli 2026 di Living World Denpasar. Selain dapat melihat langsung beragam pilihan rumah subsidi maupun komersial dari pengembang terpercaya, pengunjung juga berkesempatan menikmati berbagai promo menarik, mulai dari uang tanda jadi mulai Rp1 juta, gratis biaya administrasi KPR, suku bunga spesial dari BRI, hingga beragam hadiah dan penawaran eksklusif lainnya.(tis/bpn)












