
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan pengukuran kebugaran jasmani dan edukasi peningkatan aktivitas fisik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertempat di halaman GOR Bhuana Patra, Singaraja, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan perwakilan ASN dari 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Selain mengukur tingkat kebugaran peserta, kegiatan juga bertujuan memberikan edukasi mengenai pola latihan fisik yang tepat sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Luh Putu Withari menjelaskan bahwa sebelum mengikuti tes kebugaran, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan untuk memastikan kelayakan mengikuti pengukuran.
“Peserta yang dinyatakan layak kemudian mengikuti tes kebugaran menggunakan metode Rockport sejauh 1,6 kilometer. Hasil waktu tempuh peserta akan dikonversi menjadi nilai VO2 Max dan tingkat kebugaran yang nantinya menjadi dasar pemberian rekomendasi latihan fisik,” jelasnya.
Menurut Withari, rekomendasi yang diberikan meliputi jenis olahraga, frekuensi latihan, durasi olahraga, hingga batas denyut nadi yang aman selama beraktivitas fisik. Seluruh rekomendasi tersebut akan dicantumkan dalam Kartu Menuju Bugar yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kabid Withari menambahkan, peserta dengan tingkat kebugaran yang berbeda akan memperoleh rekomendasi latihan yang berbeda pula. ASN dengan tingkat kebugaran rendah, misalnya, dianjurkan memulai olahraga secara bertahap dengan intensitas ringan untuk menghindari risiko cedera.
“Kami ingin peserta memahami bahwa latihan fisik harus dilakukan secara terencana dan sesuai kondisi tubuh. Tidak semua orang bisa langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Semua harus disesuaikan dengan usia dan tingkat kebugarannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Sistem Pengukuran Kebugaran (Sipgar) yang dapat digunakan secara mandiri untuk memantau tingkat kebugaran secara berkala.
Pihaknya berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing dengan mengajak rekan-rekan ASN lainnya untuk lebih aktif berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat.
Menurutnya, kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas kerja ASN. Seseorang yang memiliki tingkat kebugaran baik akan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebihan serta masih memiliki cadangan energi untuk melakukan aktivitas lainnya.
“ASN yang bugar akan bekerja lebih efektif dan efisien. Selain itu, aktivitas fisik yang rutin juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan tulang, mengontrol gula darah, mencegah stres, serta membantu menjaga berat badan ideal,” pungkas.(adv/bpn)












