Investor Properti Bali Kini Lebih Selektif, Legalitas Jadi Faktor Utama
Investor Properti Bali Kini Lebih Selektif, Legalitas Jadi Faktor Utama. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, CANGGU – Industri real estate di Bali masih menunjukkan prospek yang menjanjikan di tengah dinamika regulasi dan perkembangan pasar properti yang semakin kompetitif. Tingginya minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri, menempatkan Bali sebagai salah satu destinasi investasi properti paling diminati di Indonesia.

Sales Consultant Betterplace, Andreas Romedika, mengatakan tren investasi properti di Bali saat ini mengalami perubahan signifikan. Investor tidak lagi hanya berorientasi pada lokasi strategis atau potensi keuntungan jangka pendek, tetapi mulai menempatkan legalitas dan keberlanjutan investasi sebagai pertimbangan utama.

“Pasar properti Bali masih sangat menarik. Namun sekarang investor jauh lebih selektif. Mereka ingin memastikan aspek legalitas, zona, hingga potensi perkembangan kawasan dalam jangka panjang benar-benar aman sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Andreas.

Menurutnya, Betterplace yang telah beroperasi sejak tahun 2014 kini mengelola lebih dari 1.700 portofolio properti di Bali, mulai dari vila, apartemen, hingga lahan investasi. Sebagian besar aset tersebut berada di kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan real estate seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, Ubud, hingga sejumlah kawasan berkembang lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa investor asing masih mendominasi pasar properti Bali, terutama pada segmen vila dan properti sewa jangka panjang. Meski demikian, minat investor domestik juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekitar 70 hingga 80 persen investor kami masih berasal dari luar negeri. Namun investor Indonesia mulai banyak masuk karena melihat Bali sebagai kawasan dengan prospek investasi yang tetap kuat dan memiliki nilai aset yang terus bertumbuh,” katanya.

Selain kawasan-kawasan populer di Bali Selatan, Andreas melihat munculnya sejumlah wilayah baru yang mulai menjadi incaran investor. Salah satunya adalah Kedungu, Kabupaten Tabanan, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi dengan harga lahan yang masih kompetitif.

“Banyak investor mulai mencari kawasan berkembang yang memiliki peluang capital gain lebih besar. Kedungu menjadi salah satu area yang saat ini mulai dilirik karena perkembangan infrastrukturnya cukup pesat dan masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas,” jelasnya.

Andreas menilai pasar properti Bali saat ini bergerak lebih sehat dibandingkan beberapa tahun lalu. Pertumbuhan transaksi terjadi secara bertahap dan didukung oleh kebutuhan pasar yang nyata, baik dari sektor pariwisata maupun kebutuhan hunian.

“Kondisi pasar sekarang lebih stabil. Investor tidak lagi hanya mengikuti tren, tetapi lebih fokus pada kualitas aset dan potensi jangka panjang. Ini membuat pertumbuhan pasar menjadi lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek industri real estate Bali, Andreas mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Menurutnya, pemahaman mengenai status lahan, perizinan, zona, hingga struktur kepemilikan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan transaksi.

Kantor
Kantor Betterplace di Canggu, Badung. Sumber Foto : Istimewa

“Legalitas adalah fondasi utama investasi properti. Investor harus memastikan seluruh dokumen dan izin sudah sesuai agar investasi yang dilakukan aman dan memberikan nilai maksimal di masa depan,” tegasnya.

Dengan didukung pertumbuhan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, serta tingginya daya tarik Bali sebagai destinasi global, pasar real estate di Pulau Dewata diyakini masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

“Bali tetap menjadi salah satu pasar properti paling menarik di Indonesia. Selama investor memahami regulasi dan memilih aset yang tepat, peluang pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang masih sangat terbuka,” ucap Andreas.

Andreas menambahkan, Betterplace juga membuka layanan konsultasi gratis bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai investasi properti di Bali, mulai dari pemilihan lokasi, legalitas, hingga potensi pengembangan aset.

“Kami ingin menjadi property consultant, bukan sekadar menjual properti. Tujuannya membantu investor mengambil keputusan yang tepat dan menghindari masalah di kemudian hari,” pungkasnya.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News