BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 nanti, BPR Kanti akan meluncurkan buku berjudul Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan. Peluncuran buku ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan model kepemimpinan berbasis kearifan lokal Bali yang relevan dengan tantangan zaman modern.
Buku karya Made Arya Amitaba, KS Arsana, dan Ketut Susila Dharma tersebut menghadirkan perspektif baru tentang kepemimpinan dengan menjadikan lawar, kuliner tradisional Bali, sebagai metafora kepemimpinan yang harmonis dan penuh nilai.
Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, mengatakan filosofi lawar dipilih karena mencerminkan kemampuan seorang pemimpin dalam meramu keberagaman menjadi kekuatan bersama.
“Sebagaimana peramu lawar menyatukan berbagai unsur dengan keseimbangan rasa, seorang pemimpin juga harus mampu meramu manusia, nilai, karakter, dan visi menjadi harmoni kolektif yang kuat,” ujar Amitaba pada Jumat, 29 Mei 2026 di Kantor Pusat BPR Kanti Batubulan Gianyar.
Menurutnya, kepemimpinan sejati tidak hanya berbicara soal kemampuan mengelola organisasi, melainkan juga kemampuan menjaga harmoni, memuliakan manusia, serta menghadirkan makna di tengah perubahan zaman.
Buku ini mengangkat sejumlah nilai luhur Bali seperti ngayah sebagai semangat pelayanan tulus, menyama braya sebagai fondasi persaudaraan, integritas sebagai dasar kepemimpinan, hingga pentingnya harmoni dalam keberagaman.
Amitaba menegaskan buku tersebut lahir dari pengalaman nyata transformasi budaya yang diterapkan dalam kepemimpinannya, baik di dunia profesional maupun pengabdian di Desa Adat.
“Pemimpin besar bukan mereka yang paling berkuasa, tetapi mereka yang paling mampu menghadirkan manfaat dan tulus mengabdi,” katanya.
Ia menambahkan, pesan utama buku ini adalah pentingnya kepemimpinan berbasis rasa, keteladanan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika perubahan sosial maupun organisasi.
Peluncuran buku ini juga dinilai memiliki relevansi kuat bagi penguatan Desa Adat Bali di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi global. Desa Adat masa depan, kata Amitaba, membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga akar budaya sekaligus bergerak maju secara profesional.
“Pemimpin Desa Adat masa depan harus menjadi peramu kehidupan. Mampu meramu nilai, manusia, budaya, dan visi kolektif agar tetap harmonis dan bermakna,” ungkapnya.
Buku Lawar Leadership terdiri atas 18 bab yang membahas kepemimpinan berbasis budaya, transformasi organisasi, pelayanan, integritas, dan penguatan komunitas. Selain diterbitkan dalam bentuk cetak, buku ini juga akan hadir dalam format digital multibahasa bekerja sama dengan iBlooming guna memperkenalkan kearifan lokal Bali ke dunia internasional.
Melalui buku tersebut, BPR Kanti berharap filosofi lawar tidak hanya dikenal sebagai warisan kuliner Bali, tetapi juga menjadi inspirasi universal tentang harmoni, pelayanan, kebersamaan, dan transformasi kepemimpinan. (ads/bpn)













