Duta dan Kids Forum Maritim Bali Tanamkan Literasi Maritim kepada Siswa SMP Tunas Daud Denpasar
Duta dan Kids Forum Maritim Bali Tanamkan Literasi Maritim kepada Siswa SMP Tunas Daud Denpasar. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Forum Maritim Bali (FMB) bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, serta Disdikpora Kota Denpasar bersinergi menggelar kegiatan bertema “Penguatan Edukasi Peduli Laut, Mendorong Gerakan Gemar Makan Ikan serta Peningkatan Literasi Maritim di Kalangan Gen Alpha dan Gen Z” di SMP Tunas Daud Denpasar Jumat, 29 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga laut, ekosistem pesisir, serta memperkuat literasi maritim sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala SMP Tunas Daud Denpasar, Ponco Hari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan edukatif tersebut. Ia menilai kehadiran Forum Maritim Bali dan berbagai instansi terkait menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk memperluas wawasan tentang kelautan dan lingkungan.

“Saya berharap anak-anak SMP Tunas Daud mendengarkan ilmunya sebanyak-banyaknya, bertanya, dan membawa pulang sesuatu yang bisa dilakukan untuk masa depan. Siapa tahu di antara kalian nanti akan menjadi penerus bangsa dan generasi yang membawa Indonesia lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adil Darma Yasa, menegaskan bahwa FMB merupakan organisasi yang fokus pada penguatan edukasi maritim sejak usia dini. Ia menyebut Forum Maritim Bali didirikan pada 2 Juli 2024 dan kini terus bergerak membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor kelautan.

Dalam sambutannya, Ketut Adil mengajak para siswa menjaga laut melalui yel-yel “Ayo Jaga Laut, Selamatkan Laut” yang disambut antusias para peserta.

Ia menjelaskan, Forum Maritim Bali memiliki tiga program utama yakni penguatan edukasi peduli laut sejak usia dini, mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber nutrisi dan protein, serta penguatan literasi dan narasi maritim bagi generasi muda.

“Untuk menjadi negara maju dibutuhkan generasi yang sehat dan cerdas. Ikan mengandung protein serta omega 3, omega 6, dan omega 9 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai poros maritim dunia dengan kekayaan sumber daya laut yang luar biasa, mulai dari perikanan, mangrove, hingga terumbu karang yang menjadi salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi Alpha dan Gen Z dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Di pundak kalian masa depan Indonesia ditentukan. Sektor kelautan dan perikanan diharapkan ikut menghantarkan Indonesia menuju negara maju,” katanya.

Perwakilan Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Alit Agung Ramawati, mengatakan edukasi menjaga laut harus terus ditanamkan sejak dini. Menurutnya, laut merupakan sumber kehidupan yang menyediakan pangan dan nutrisi penting bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh sembarangan membuang sampah ke laut. Laut adalah sumber kehidupan, tempat ikan yang menjadi sumber protein dan omega 3 bagi generasi emas masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. Niluh Putu Susiniasih, mengajak siswa membiasakan gemar makan ikan sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.

Ia menjelaskan ikan merupakan sumber protein dengan kandungan omega 3 yang sangat baik untuk kesehatan otak dan jantung. Program Gemar Makan Ikan juga terus digalakkan pemerintah melalui pemberian paket ikan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Ikan sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan. Karena itu ayo biasakan makan ikan,” katanya sambil mengajak siswa meneriakkan slogan “Sehat Makan Ikan, Cerdas Makan Ikan, Kuat Makan Ikan”.

Sementara itu, perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara KLH/BPLH, Dodi Setiawan, mengingatkan ancaman besar yang sedang dihadapi dunia yakni perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Menurutnya, sampah plastik menjadi salah satu ancaman serius bagi ekosistem laut. Ia mencontohkan kondisi mangrove yang terancam akibat tumpukan sampah plastik yang menyangkut di akar-akar mangrove.

“Kalau akar mangrove tertutup sampah plastik, mangrove bisa mati. Padahal mangrove sangat penting sebagai tempat pemijahan ikan, pelindung abrasi, hingga penahan tsunami,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan prediksi para ahli bahwa pada tahun 2050 jumlah plastik di laut bisa lebih banyak dibandingkan ikan apabila tidak ada perubahan perilaku manusia dalam mengelola sampah.

Karena itu, ia mengajak generasi muda mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta aktif mengikuti kegiatan penanaman mangrove dan bersih pantai.

Dalam kesempatan tersebut, Kids Duta Maritim Bali 2024, Komang Adhystanaya Saraswati Kalyani atau akrab disapa Divha, turut menyampaikan pandangan generasi muda tentang pentingnya menjaga laut dan ekosistemnya.

Siswi berusia 11 tahun itu mengaku banyak belajar tentang mangrove, terumbu karang, dan potensi maritim Indonesia melalui Forum Maritim Bali.

“sumber daya maritim Indonesia ikut menghantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Masa depan maritim ada di pundak kami,” ujarnya.

Selain itu, Duta Maritim Bali 2024, Ni Putu Devika Wulandari, turut memberikan edukasi mengenai manfaat mangrove bagi kehidupan pesisir dan laut. Ia menjelaskan mangrove berfungsi menjaga ekosistem, menjadi habitat biota laut, melindungi pantai dari abrasi, serta membantu menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai laut, menjaga lingkungan, dan memperkuat literasi maritim sebagai bagian dari masa depan Indonesia sebagai negara maritim dunia. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News