Duta dan Kids Maritim Bali berfoto bersama Gubernur Bali
Duta dan Kids Maritim Bali berfoto bersama Gubernur Bali. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gala Dinner Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi momen istimewa bagi Duta dan Kids maritim Bali. Dalam acara yang dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster tersebut, Duta dan Kids Forum Maritim Bali tampil menyampaikan orasi ilmiah bertema kemaritiman dengan penuh semangat dan antusiasme.

Penampilan para generasi muda itu mendapat perhatian khusus karena membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga laut, meningkatkan konsumsi protein ikan, hingga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan menuju Indonesia Emas 2045.

Duta Maritim bali 2025, Putu Winie Arisachi Karita, mengangkat tema “Laut Pemersatu Bangsa”. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga simbol pemersatu masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan wilayah kepulauan. Serta bagaimana menjaga ekosistem laut.

“saya bangga menjadi Duta Maritim Bali, berbagai kegiatan positif tentang kelautan, seperti penanaman mangrove, edukasi kelautan di berbagai sekolah. Sehingga apa yang saya dapatkan disini saya bagikan ke adik – adik sekolah,”ungkapnya semangat.

Duta dan Kids maritim Bali saat Tampil di hadapan Gubernur Bali. Sumber Foto : ads/bpn

Sementara itu, Duta Maritim Bali 2024 sekaligus Duta Protein Ikan Indonesia 2024, Keyzea Moureta, memaparkan potensi besar sektor kelautan Indonesia yang masih dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Ia menyampaikan, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022, potensi sumber daya ikan nasional mencapai sekitar 12,1 juta ton per tahun dengan tingkat pemanfaatan baru sekitar 70 persen.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan. Namun di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan serius, terutama rendahnya tingkat konsumsi protein masyarakat.

“Berdasarkan data terkini, konsumsi protein nasional baru mencapai sekitar 62,33 gram per kapita per hari. Sementara untuk mendukung terwujudnya negara maju, kebutuhan asupan protein nasional diperkirakan minimal mencapai 100 gram per kapita per hari,” ujarnya dalam orasi tersebut.

Suasana gala dinner semakin hangat ketika Kids Duta Maritim Bali 2024, Komang Adhystanaya Saraswati Kalyani atau akrab disapa Divha, tampil percaya diri menyampaikan pandangan generasi Alfa dan Generasi Z terhadap masa depan maritim Indonesia.

Siswi SDK Harapan Bali berusia 11 tahun itu mengawali orasinya dengan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali serta panitia FKPTPK Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mewakili suara anak-anak Indonesia dalam menjaga dan melestarikan laut.

Divha menuturkan bahwa melalui Forum Maritim Bali, dirinya belajar memahami kekayaan sumber daya maritim Indonesia, mulai dari ekosistem mangrove, terumbu karang, hingga potensi perikanan laut yang sangat besar.

“Saya berharap generasi Alfa dan Generasi Z mendapatkan ruang seluas-luasnya agar masa depan maritim dapat dikelola demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anak Indonesia untuk ikut menjaga laut karena laut merupakan masa depan bangsa. Dengan penuh semangat, Divha menutup orasinya dengan pesan, “Mari jaga laut, rawat laut, karena laut adalah masa depan kita semua. Atas nama anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bangga menjadi anak maritim.”

Penampilan para duta muda maritim tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster yang menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Bali. Menurutnya, semangat anak-anak muda dalam menjaga ekosistem laut dan membangun kesadaran maritim merupakan modal penting untuk memajukan potensi perikanan dan kelautan Bali di masa depan.

Gubernur juga berharap Forum Maritim Bali terus menjadi ruang edukasi dan pengembangan karakter generasi muda agar semakin mencintai laut, memahami potensi kemaritiman daerah, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News