Peluncuran aplikasi TRIHITA (Transportasi Hijau Terintegrasi Berbasis Desa Adat) resmi digelar di Wantilan Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Sabtu (16/5/2026)
Peluncuran aplikasi TRIHITA (Transportasi Hijau Terintegrasi Berbasis Desa Adat) resmi digelar di Wantilan Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Sabtu (16/5/2026). Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Peluncuran aplikasi TRIHITA (Transportasi Hijau Terintegrasi Berbasis Desa Adat) resmi digelar di Wantilan Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Sabtu (16/5/2026). Program ini digagas sebagai upaya membangun sistem transportasi berbasis budaya lokal yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan mendukung penguatan ekonomi desa adat di Bali.

TRIHITA disebut selaras dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui pembangunan transportasi berkelanjutan yang mengedepankan kearifan lokal serta kesejahteraan krama adat.

Program ini dipolakan menjadi tiga model utama, yakni TRIHITA Desa, TRIHITA Pura, dan TRIHITA Bahari. TRIHITA Desa menempatkan desa adat sebagai subjek utama pengelolaan transportasi untuk mendukung mobilitas, pelestarian lingkungan, dan kemandirian ekonomi masyarakat adat.

Sementara TRIHITA Pura merupakan kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia dalam pengelolaan transportasi ramah lingkungan yang terintegrasi dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sedangkan TRIHITA Bahari dikembangkan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mendukung sistem transportasi hijau di kawasan pelabuhan dan pesisir Bali.

Peluncuran aplikasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Made Mudarta; Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I.G.A.K. Kartika Jaya Seputra; Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi; serta puluhan bendesa adat dari berbagai wilayah di Bali.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Made Mudarta, mengatakan pemerintah mengapresiasi inisiatif masyarakat yang berupaya memberdayakan ekonomi lokal melalui sistem transportasi berbasis desa adat.

Baca Juga :  Astra Motor Bali dan Jasa Raharja Hadirkan Promo Servis Murah untuk Dukung Keselamatan Berkendara

“Ini sebagai inisiatif masyarakat dengan spirit melibatkan desa adat dan memberdayakan ekonomi lokal, tentu harus kita apresiasi. Mudah-mudahan ini bisa diterima oleh konsumen dan stakeholder lainnya untuk mendukung transportasi Bali,” ujarnya.

Menurut Mudarta, pengembangan TRIHITA juga perlu tetap memperhatikan regulasi yang mengatur sistem transportasi maupun pengelolaan teknologi informasi.

Ia menambahkan, tren kendaraan listrik di Bali juga terus mengalami peningkatan. Hingga 31 Maret 2026 tercatat lebih dari 14 ribu kendaraan listrik berbasis baterai telah beroperasi di Bali, terdiri dari sekitar 4.400-an mobil listrik dan 9.800 lebih sepeda motor listrik.

“Perkembangan mobil listrik saat ini jauh lebih pesat, sementara untuk motor listrik mulai melambat,” katanya.

Founder TRIHITA, I Made Sudiana, mengatakan peluncuran aplikasi tersebut menjadi momentum penting karena mendapat dukungan dari pemerintah maupun tokoh masyarakat Bali.

“Saya sangat berterima kasih karena aplikasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan tokoh masyarakat Bali. Dengan dukungan ini, kami yakin aplikasi TRIHITA bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Astra Motor Bali dan Jasa Raharja Hadirkan Promo Servis Murah untuk Dukung Keselamatan Berkendara

Menurut Sudiana, aplikasi TRIHITA lahir dari keresahan terhadap minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pariwisata Bali, khususnya di wilayah desa adat yang terdampak langsung perkembangan pariwisata.

Tampilan Aplikasi TRIHITA
Tampilan Aplikasi TRIHITA. Sumber Foto : tis/bpn

“Kalau kita melihat kondisi riil di desa adat yang terkena imbas pariwisata, peluang bisnis banyak dikuasai pihak luar. Ini menjadi keprihatinan kami dan harus dicarikan solusi strategis,” katanya.

Ia menjelaskan, TRIHITA tidak hanya difokuskan pada sistem transportasi, namun ke depan akan dikembangkan ke sektor bisnis lain seperti restoran, hotel, dan layanan ekonomi masyarakat lainnya agar lebih mudah diakses pasar.

“Desa adat harus menjadi pemilik nilai, pemilik wilayah, sekaligus pemilik masa depan Bali,” tegasnya.

Sudiana menambahkan, implementasi aplikasi akan dilakukan secara bertahap dengan tahap awal melibatkan tujuh desa adat sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain di Bali.

“Kami akan memulai secara bertahap agar pelaksanaannya matang dan meminimalkan persoalan di lapangan. Target kami tahun ini bisa mulai menjangkau desa adat yang terdampak pariwisata,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Made Mudarta; Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi; mencoba armada TRIHITA, Sabtu (16/5/2026). Sumber Foto : tis/bpn
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Made Mudarta; Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi; mencoba armada TRIHITA, Sabtu (16/5/2026). Sumber Foto : tis/bpn

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan aplikasi tersebut karena dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal melalui sektor transportasi.

Baca Juga :  Astra Motor Bali dan Jasa Raharja Edukasi Puluhan Driver Ojol, Perkuat Budaya Berkendara #Cari_Aman

Menurutnya, selama ini banyak keluhan dari pengemudi transportasi online terkait sistem tarif maupun pembagian pendapatan. Kehadiran TRIHITA diharapkan mampu memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik bagi pengemudi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa adat tempat mereka berasal.

“Harapannya melalui aplikasi ini, pengemudi mendapatkan pendapatan lebih baik dan desa adat juga memperoleh manfaat ekonomi yang nantinya bisa digunakan untuk mendukung kegiatan adat dan menjaga harmonisasi Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut juga akan membantu pemerintah dalam pendataan armada transportasi, pengawasan keselamatan kendaraan, hingga mendukung program transportasi rendah emisi berbasis kendaraan ramah lingkungan.

“Kedepan tidak menutup kemungkinan armadanya berbasis kendaraan listrik sehingga mendukung kualitas udara dan pariwisata Bali yang lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi. Ia menyebut TRIHITA menjadi salah satu langkah positif untuk mendukung pariwisata berkualitas di Bali.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh karena konsepnya memberi peluang ekonomi kepada masyarakat lokal agar tumbuh bersama dengan platform lainnya,” ujarnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News