Head of APAC Bitget Wallet, Will Wu
Head of APAC Bitget Wallet, Will Wu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Platform dompet digital kripto global, Bitget Wallet, semakin serius menggarap pasar Indonesia. Melihat tingginya adopsi kripto dan antusiasme masyarakat terhadap teknologi Web3, Indonesia kini menjadi salah satu target pasar utama Bitget Wallet di kawasan Asia Tenggara.

Ditemui di Denpasar, Jumat (8/5/2026), Head of APAC Bitget Wallet, Will Wu, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar karena pengguna kripto di Tanah Air dinilai sangat aktif, baik dalam aktivitas trading maupun penggunaan aplikasi berbasis Web3.

“Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Penggunanya sangat aktif, baik dalam trading maupun bergabung di ekosistem Web3. Karena itu Indonesia menjadi salah satu target utama kami di Asia Tenggara dan juga secara global,” ujarnya.

Saat ini, Bitget Wallet disebut telah melayani sekitar 90 juta pengguna di seluruh dunia dan mendukung lebih dari 130 blockchain atau chain. Platform tersebut menghadirkan berbagai layanan dalam satu aplikasi, mulai dari trading aset kripto, DeFi, hingga layanan pembayaran digital.

Baca Juga :  OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto Nasional

Will Wu menjelaskan, salah satu fokus utama Bitget Wallet adalah mempermudah pengguna Web2 beralih ke Web3. Salah satu caranya dengan menghadirkan sistem login yang lebih sederhana.

“Pengguna cukup login menggunakan Gmail dan dalam waktu sekitar 10 detik sudah bisa langsung membuat wallet. Kami ingin membuat pengalaman menggunakan Web3 menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Selain itu, Bitget Wallet juga menghadirkan sistem pembayaran cross-chain yang lebih praktis. Pengguna cukup menggunakan aset seperti ETH, BGB, atau USDT tanpa perlu memikirkan perbedaan jaringan blockchain.

Tak hanya itu, Bitget Wallet juga tengah menyiapkan fitur baru khusus untuk pasar Indonesia. Dalam waktu dekat, perusahaan akan meluncurkan crypto card yang dapat dihubungkan dengan layanan pembayaran digital seperti Netflix, YouTube, Google Pay hingga Apple Pay.

“Indonesia memiliki budaya transaksi QR yang sangat kuat. Karena itu fitur QR Scan juga akan segera kami hadirkan untuk pengguna Indonesia, kemungkinan bulan ini atau bulan depan,” katanya.

Selain fitur pembayaran, Bitget Wallet juga akan menghadirkan layanan Real-World Asset (RWA). “Kami melihat pengguna Indonesia menyukai produk seperti prediction market,” ungkapnya.

Will Wu menambahkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara crypto exchange dan crypto wallet. Karena itu pihaknya ingin mengedukasi masyarakat bahwa wallet dapat menjadi pusat layanan kripto dalam satu aplikasi.

Baca Juga :  OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto Nasional

“Bitget Wallet adalah all in one wallet. Pengguna bisa trading, earning, hingga mengakses berbagai layanan crypto hanya dalam satu aplikasi tanpa perlu banyak platform berbeda,” tandasnya.

Sementara itu, kehadiran Bitget Wallet di Bali juga menjadi bagian dari partisipasi mereka dalam ajang Bali Blockchain Week 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Bali pada Sabtu (9/5/2026). Menurut Will Wu, besarnya komunitas blockchain di Bali menjadi salah satu hal yang menarik perhatian tim global Bitget Wallet.

“Kami sangat antusias dengan Bali Blockchain Week. Ini pertama kalinya event ini digelar dan kami cukup terkejut melihat besarnya komunitas blockchain di Bali,” pungkasnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News