BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Komitmen menjaga tradisi kebersamaan dan toleransi kembali ditunjukkan tokoh masyarakat Karangasem, I Gusti Made Tusan (GMT). Selama 10 tahun terakhir, ia secara konsisten menggelar silaturahmi sekaligus penyerahan tali kasih bagi warga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.
Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di kediamannya, Selasa (5/5/2026), dengan dihadiri 29 calon jemaah haji asal Karangasem dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Selain doa bersama, para calon jemaah juga menerima dukungan moril dan tali kasih sebagai bentuk perhatian sebelum berangkat ke Tanah Suci.
GMT menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Ini wujud kebersamaan masyarakat Karangasem untuk saling mendukung dan mendoakan. Kami berharap para jemaah berangkat dalam keadaan sehat, menjalankan ibadah dengan lancar, dan kembali dengan selamat,” ujarnya.
Kasubag TU Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, Muhammad Syaid, menjelaskan bahwa jumlah jemaah mengalami perubahan dari data awal.
“Awalnya ada 33 orang. Dua bergabung dari Denpasar, satu mutasi ke Jembrana, dan satu meninggal dunia. Sehingga total jemaah asal Karangasem yang diberangkatkan sebanyak 29 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh jemaah telah mendapatkan pendampingan hingga proses keberangkatan, termasuk pengawalan menuju embarkasi di Surabaya.
Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Karangasem, I Gusti Ngurah Gde Subagiartha, mengingatkan para jemaah untuk menjaga sikap selama menjalankan ibadah.
“Semoga perjalanan berjalan lancar dan para jemaah dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Tetap jaga kebersamaan dan nilai toleransi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, A. Sadat Kadar Usman, menyebut kegiatan ini telah menjadi tradisi yang konsisten dilaksanakan setiap tahun.
“Berdasarkan jadwal, para jemaah direncanakan kembali ke Karangasem pada 20 Juli 2026,” katanya.
Selama satu dekade, kegiatan yang digagas GMT ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas umat di Karangasem. Dukungan dan doa yang diberikan diharapkan mampu menguatkan para jemaah dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat.(st/bpn)













