Pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor darah
Pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor darah. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Donor darah tak hanya menjadi aksi kemanusiaan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan penyumbang darah, baik secara fisik maupun psikologis.

Dokter Mobile Unit PMI Bali, dr. Dito Setiadarma, menjelaskan bahwa secara fisik, donor darah dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta menurunkan risiko penyakit jantung.

“Secara fisik, donor darah dapat meningkatkan metabolisme dan menurunkan risiko penyakit jantung. Bahkan, satu kali donor darah bisa membakar sekitar 600 kalori, setara dua jam lari,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan donor darah di Denpasar, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga :  Astra Motor Bali Gelar Aksi Donor Darah

Selain manfaat fisik, donor darah juga berdampak positif terhadap kesehatan mental. Penyumbang darah akan merasakan kepuasan batin karena telah membantu sesama yang membutuhkan.

“Perasaan membantu orang lain akan meningkatkan kesehatan psikologis, membuat kita lebih bersyukur dan lebih semangat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa donor darah idealnya dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, untuk laki-laki dapat dilakukan setiap dua bulan sekali, sedangkan perempuan dianjurkan tetap setiap tiga bulan sekali.

Adapun syarat menjadi penyumbang darah pertama, antara lain berusia 17 hingga 60 tahun, dalam kondisi sehat, serta tidak memiliki riwayat penyakit tertentu seperti jantung atau ginjal.

Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki tato atau tindik tetap diperbolehkan untuk mendonorkan darah, dengan catatan telah melewati masa tunggu selama satu tahun sejak tindakan tersebut dilakukan.

Melalui edukasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk rutin mendonorkan darah, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News