STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG Nasional, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman
STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG Nasional, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, SURABAYA – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi LPG yang andal, aman, dan merata di seluruh Indonesia.

Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan berbagai infrastruktur distribusi, mulai dari armada kapal untuk jalur laut, skid tank untuk distribusi darat, hingga pengawasan di SPPBE dan pangkalan resmi guna menjamin ketersediaan stok LPG.

Salah satu infrastruktur vital dalam menjaga kesinambungan suplai LPG adalah fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut yang berlokasi di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi pusat transfer LPG dari kapal tanker induk ke kapal berukuran lebih kecil untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

STS Kalbut yang telah beroperasi sejak 1995 ini memiliki luas area sekitar 3,92 km² dan merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan peran strategis STS Kalbut dalam mendukung distribusi energi nasional.

“Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga termasuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Untuk wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut menopang distribusi ke sejumlah terminal LPG, seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, hingga Bima, dengan kapasitas kapal bervariasi antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton.

“Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar berjalan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami hadir melayani sepenuh hati untuk memenuhi energi bagi Indonesia,” tambah Ahad.

Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton di STS Kalbut. Muatan tersebut kemudian didistribusikan ke beberapa wilayah, di antaranya:

  • Gresik, estimasi tiba 12 April dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai 1.000 metrik ton dari kilang TPPI
  • Surabaya, telah tiba 10 April dan sedang dalam proses bongkar dengan muatan 8.000 metrik ton
  • Banyuwangi, estimasi tiba 11 April dengan muatan 2.500 metrik ton
Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan resmi serta menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan energi.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News