BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Perkelahian antar narapidana terjadi di Lapas Kelas IIB Karangasem saat malam Hari Raya Nyepi, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Insiden tersebut terjadi di Blok C dan diketahui setelah petugas mendengar suara keributan dari dalam kamar tahanan. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan satu narapidana dalam kondisi terluka cukup parah.
Kalapas Kelas IIB Karangasem, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan perkelahian melibatkan dua narapidana bernama Andreas dan Yohanes.
“Betul, kejadian sekitar pukul 22.00 WITA. Petugas mendengar keributan dari dalam ruang tahanan, kemudian saat dicek ditemukan satu napi sudah dalam kondisi terkapar,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal, perkelahian dipicu kesalahpahaman antara keduanya. Pelaku, Andreas, diduga merasa kesal karena menganggap korban telah menipunya.
Korban sebelumnya disebut menjanjikan bantuan untuk mencarikan tiket perjalanan bagi anak pelaku dari Jawa ke Bali. Namun janji tersebut tidak terealisasi, sehingga memicu emosi pelaku.
“Pelaku merasa ditipu karena korban beberapa kali memberi janji, termasuk soal tiket anaknya ke Bali, namun tidak ada kejelasan,” jelasnya.
Akibat perkelahian tersebut, Yohanes mengalami luka serius di bagian kepala serta patah tulang tangan. Korban sempat mendapatkan penanganan awal di dalam lapas sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Karangasem untuk perawatan lanjutan.
Pihak lapas memastikan situasi sudah kembali kondusif. Meski kedua narapidana telah berdamai, keduanya tetap dikenai sanksi disiplin dan tidak mendapatkan remisi Hari Raya.
Sementara itu, pelaku juga ditempatkan di sel isolasi (sel tikus) selama 14 hari sebagai bagian dari penegakan aturan di dalam lapas.(st/bpn)













